TANTANGAN BAGI GURU DAN KEPALA SEKOLAH SD N 2 PENDEM DI ERA DIGITAL.

| Rabu, 16 Maret 2016
RUMUSAN MASALAH.
1.      Bagaimanakah realita yang terjadi di era digital?
2.      Seperti apa tantangan yang dihadapi bagi kepala sekolah?
3.      Seperti apa tantangan bagi guru/pendidik?
4.      Bagaimana dengan kurikulum yang digunakan?


PEMBAHASAN.
Realita yang Terjadi di Dunia Pendidikan pada Era Digital
Seiring dengan perkembangan zaman semakin lama teknologi yang ada didaerah kita semakin maju. Sehingga mau ataupun tidak mau kita akan tetap harus mengikuti perkembangan teknologi ini. Tak luput dari dunia pendidikan, dunia pendidikan merupakan sasaran yang sangat mudah dikenai dengan peningkatan tegnolgi di era digital ini.
Berbagai guru belomba lomba dalam mengembangkan strategi dan media pembelajaran demi kemajuan pendidikan di Sekolahnya masing masing. Berbagai sarana prasarana yang tak murah hargaanya seperti LCD menjadi sasaran utama sekolah yang harus dimiliki oleh sekolah demi kelancaran dan menjadikan siswa menjadi lebih paham dengan materi yang disampaikan oleh guru.
Bahkan mahasiswa juga ikut berlomba lomba mengembangkan kemampuan mereka di dunia digital ini dengan mengikuti berbagai kegiatan yang menunjang kemampuan mereka. Hal ini terbukti dari kegiatan kegiaatan yang dilakuukan oleh mahasiswa itu sendiri, Mahasiswa PGSD FKIP UMS pada tanggal 4 juni 2014 kemarin yang kurang lebih di ikuti oleh 230 Mahasiswa.

Gambar : Pelatihan Media Pembelajaran Digital PGSD
Sedangkah akhir akhir ini yang menjadi topik pembicaraan di dunia digital adalah mengenai sistem ujian nasional yang baru, dimanaa sistem ujian ini baru diterapkan di beberapa sekolah saja, yaitu ujian nasional berbasis komputer. Sehingga hal ini menjadikan tugas kepala sekolah semakin berat karena harus memikirkan dan menyediyakan sarana dan prasarana untuk ujian nasional berbasis komputer. Saat ini memang belum semua sekolah yang menyelengarakan ujian nasional berbasis komputer karena tahun ini merupakan tahun pertama diselengarakanya ujian nasioanal berbasis komputer, namun demikian suatu saat pasti ujian nasional akan serenatak dilaksanakan berbasis komputer.
Menteri pendidikan dan kebudayaan Anies Baswedan mengatakan UN berbasis komputer sengaja dimulai demi berbagai alasan, termasuk menekan biaya. “Anda bisa bayangkan apabila soal ujian yang dicetak di Sulawesi Selatan harus dikirim ke Kepulauan Sangihe di bagian utara Sulawesi. Soal-soal itu dibawa melalui jalan darat, dibawa terbang, dibawa melalui laut agar sampai di tempat. Lalu, bayangkan jika di sana ada akses internet kemudian di sekolahnya ada server dan komputer. Pengiriman akan jauh lebih simpel, biaya jauh lebih murah karena tidak perlu dicetak dan tidak perlu distribusi yang mahal,” papar Anies.
Kendati demikian, Anies menegaskan Kemdikbud tidak memaksa sekolah untuk ikut UN berbasis komputer. Metode itu, tegasnya, hanya bisa dilakukan sekolah yang memiliki jumlah komputer minimum sepertiga dari jumlah siswa yang ikut ujian. “Yang sudah siap pakai komputer, pakai komputer. Yang belum siap, pakai kertas. Karena ini tujuannya melaksanan UN, bukan menggunakan komputer,” katanya kepada wartawan BBC Indonesia, Jerome Wirawan.

Tantangan Bagi Kepala Sekolah/Sekolah
Setiap daerah, tiap sekolah berusaha agar sekolahnya tidak ketinggalan dengan daerah lain terkait dengan perkembangan pendidikan dierah digital ini. Hal ini tentu mejadi sebuah tantangan baru bagi kepala sekolah untuk berpikir keras supaya sekolahnya lebih baik dari sekolah lain. Apalagi bagi sekolah swasta, hal ini akan menjadi sangat panting bagi sekolah swasta ini. Beberapa tantangan bagi kepala sekolah untuk dapat mengikuti perkembangan tersebut di antaranya adalah sebagi berikut:
1.      Mulai mempersiapkan infrastruktur dan layanan pendidikan mengunakan teknologi informasi dan komunikasi. Semisal contohnya adalah pendidika dengaan menggunakan LCD, internet dan lain sebagainya yang dapat mendukung kualitas pendidikan.
2.      Melakukan program pengembangan SDM berkelanjutan bagi para guru/pendidik dan tenaga kependidikan melalui program pelatihan yang terintegrasi
3.      Mengembangan sistem informasi dan website yang interaktif termasuk official management social media sekolah.
4.      Menyediakan alat alat TIK untuk pembelajaran sebagai bekal peserta didik di era digital seperti ini.
Kalau seorang kepala sekolah ditanya: modal apa yang harus dimiliki untuk mengembangkan sekolah menjadi sekolah unggul yang digandrungi masyarakat? Sebagian sebagian besar akan menjawab: uang dan dan gedung yang megah. Bernarkah demikian? Tentu saja tidak! Sekolah unggul tidak bermodal uang atauoun gedung yang megah. Modal utamanya adalah modal sosial berupa visi baru pengembangan sekolah (Mohamad Ali, 2009; 2010)


Tantangan Bagi Pendidik
Masih banyak para tenaga pendidik saat ini yang belum menguasai teknologi informasi dan kkomunikasi. Bahkan untuk sekedar mengoptimalkan komputer dalam menuliskan ide ataupun gagasan beberapa guru belum menguasai. Inilah realita yaang harus dicarikan solusi yang cepat, tepat dan menyasar oleh pemerintah daerah supaya mutu pendidikan kita dapat menyesuaikan tuntutan perkembangaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Hal hal yang harus dikuasai oleh guru di era digital terkait dengan TIK adalah sebagai berikut:
1.      Guru harus menguasai layanan mendasar keberadaan teknologi TIIK, yaitu minimal harus menguasai komputer.
2.      Guru harus menguasai layanan internet, diantaraanya browsing, e-mail, chatting, social media, dan blog.
3.      Guru harus berusaha mengembangkan diri untuk dapat menyampaikan pembelajaran secara interaktif menggunakan tegnologi multimedia.
4.      Guru harus lebih kreatif dan inovatif menentukan strategi pembelajaran sesuai dengaan potensi dasar siswa.


Kurikulum
Pada kurikulum 2013, program pembelajaran TIK di SD dan SMP dihilangkan dan selanjutnya diintegrasikan dalam satu tema pembelajaran. Sebagian pihaak guru mempertanyakan dengan implementasi kurikulum baru ini. Banyak yang menanyaakan bagaimmana dengan nasib guru TIK dan Bahasa Inggris yang semula berdiri sendiri. Akan pergi kemana mereka. Hal tersebut juga menjadi permasalahan yang harus dipecahkan oleh permerintah pada tahun tahun lalu. Namun jika kita cermati lebih mendalam, kurikulum 2013 ini sebagai langkah strategis untuk program preventif yang mempersiapkan guru dan sekolah memasuki era konvergensi digital.
Dengan kebijakan tersebut, semua guru kelas yang ada di SD dan mata pelejran yang ada di SMP secara otomatis akan memiliki kewajiban mempelajari dan menguasai TIK karena ada poin bahwa indikator hasil belajar semua tema dan mata pelajaran harus mempertimbangkan kompetensi TIK.


DAFTAR PUSTAKA

Ali, Muhammad. 2012. “Menyemai Sekolah Bertaraf Internasional; Refleksi Modal Sosial dan Modal Budaya”. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah Yogyakarta.
Chatib, Munif, dkk. 2013. Guardian Angel; Romantika Membangun Sekolahnya Manusia. Bandung: Kaifa, PT Mizan Pustaka 
http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/04/150412_ujian_nasional_2015 diakses pada tanggal 21 april 2015 





Muhammad Sucahyo




Mm








0 komentar:

Posting Komentar

Next Prev
▲Top▲