Newest Post

KEBUDAYAAN BALI

| Rabu, 11 Februari 2015
Baca selengkapnya »

A. Bahasa

            Sebagai salahsatu hal terpenting dalam kehidupan bermasyarakat, bahasa merupakan suatu kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari para pelaku kehidupan. Begitu juga dengan masyarakat di Bali. Masih menjunjung tinggi kebudayaan asli, masyarakat disana masih menggunakan bahasa Bali pada kesehariannya. Keberadaan bahasa Bali memiliki variasi yang cukup rumit karena adanya sor-singgih yang ditentukan oleh pembicara, lawan bicara, dan hal-hal yang dibicarakan. Secara umum, variasi bahasa Bali dapat dibedakan atas variasi temporal, regional, dan sosial. Dimensi temporal bahasa bali memberikan indikasi kesejarahan dan perkembangan bahasanya meski dalam arti yang sangat terbatas. Secara temporal bahasa Bali dibedakan atas bahasa bali Kuno yang sering disebut deengan bahasa Bali Mula atau Bali Aga, bahasa Bali Tengahan atau Kawi Bali, dan bahasa Bali Keparayang sering disebut Bali Baru atau bahasa Bali Modern. Secara regional, bahasa Bali dibedakan atas dua dialek, yaitu dialek Bali Aga (dialek pegunungan) dan dialek Bali Dataran (dialek umum, lumrah) yang masing-masing memiliki ciri subdialek tersendiri. Berdasarkan dimensi sosial, bahasa Bali mengenai adanya sistem sor-singgih atau tingkat tutur bahasa Bali yang erat kaitannya dengan sejarah perkembangan masyarakat Bali yang mengenal sistem wangsa (warna), yang dibedakan atas golongan triwangsa (Brahmana, Ksatriya, Wesia) dan golongan Jaba atauSudra (orang kebanyakan). Berdasarkan strata sosial ini, bahasa Bali menyajikan sejarah tersendiri tentang tingkat tutur kata dalam lapisan masyarakat tradisional di Bali. Di sisi lain, dalam perkembangan masyarakat bali pada zaman modern ini terbentuklah elite baru yang termasuk kelas kata yang tidak lagi terlalu memperhitungkan kasta. Elite baru (golongan pejabat, orang kaya) selalu disegani dan dihormati oleh golongan bawah dan ini tercermin pula dalam pemakaian bahasanya. Bahasa Bali juga digunakan selain di Bali, juga di Mataram bagian barat dan Jawa bagian Timur seperti Banyuwangi.

B. Sistem Pengetahuan

            Masyarakat bali sudah dapat dikatakan maju dalam bidang pengetahuan. Arif memanfaatkan sumber daya sumber daya yang ada, menjadikan masyarakat Bali jauh lebih bijak dan kreativ dalam pengolahan sumberdayanya melalui pengetahuan. Salah satu bukti nyata majunya pengetahuan masyarakat di Pulau Bali dapat dilihat pada sistem persawahan yang ada di sekitar pedesaan di Bali. Tercatat sejak abad ke – 11 semua petani yang lahannya diairi oleh saluran irigasi yang sama menjadi satu kelompok kerja irigasi atau termasuk dalam satu Subak. Merupakan sebuah lembaga adat yang mengatur pembangunan dan pemeliharaan bangunan pengairan, suplai air irigasi yang didistribusikan secara adil, merata sehingga tidak pernah ada perselisihan dalam pembagian irigasi air. Selain pengaturan irigasi air, subak juga mengatur penanaman benih dan pemindahan benih sampai benih siap untuk ditanam secara optimal. Secara tradisi, kepala subak memiliki sawah yang terletak dipaling bawah, sehingga air irigasi mengalir terlebih dahulu ke sawah lain baru ke sawah kepala Subak. Untuk menjaga keharmonisan dalam Subak, segala sesuatu kegiatan yang akan dilaksanakan harus melalui sistem perizinan serta penyerahan persembahan. Subak membuktikan kemajuan pengetahuan masyarakat Bali dengan manfaat, untuk kelancaran air sehingga terhindar dari erosi, menghindari hama Nilaparphata ligens, menjamin sumber daya air tidak terkontaminasi racun, kalender kegiatan pertanian diseragamkan, efisien penggunaan sumberdaya alam, memutus hama, dan integrasi kebudayaan.

C. Organisasi Sosial

            Dasar-dasar pokok sistem sosial kemasyarakatan orang Bali menurut Geria (2000:63) bertumpu pada empat landasan utama, yaitu kekerabatan, wilayah, agraris, dan kepentingan khusus. Ikatan kekerabatan telah membentuk sistem kekerabatan dan kelompok-kelompok kekerabatan. Sistem kekerabatan masyarakat Bali umumya berlandaskan prinsip patrilineal. Kelompok-kelompok kekerabatan merentang dari unit terkecil, yaitu keluarga inti, meluas ke unit menengah keluarga luas, sampai dengan klan patrilineal. Ikatan kesatuan wilayah terwujud dalam bentuk komunitas desa adat dengan sub-sistemnya banjar-banjar. Dalam bidang kehidupan agraris berkembang organisasi subak. Selanjutnya, dalam ikatan kelompok-kelompok kepentingan khusus terwujud sebagai organisasi seka (organisasi kepemudaan yang lebih condong ke pemahaman kehinduan dan keagamaan).

D. Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi

            Selain menunjukan kemajuan dalam bidang pengetahuan, Subak dalam peradaban Bali juga menunjukan sebuah kemajuan teknologi yang sudah maju. Terbukti struktur pembuatan terasering di sawah Bali sangat tertata rapi, sistematis. Juga tercermin dalam pengaturan tata letak ruang dan bangunan, yang dimulai dari gapura, lalu paling depan ada pura, hingga ke rumah utama serta ruangan ruangan lain yang memiliki simbol dan filosofi sendiri. Sistem peralatan hidup di Bali juga tercermin dari penemuan peninggalan gerabah Arikamedu dari India. Yang dapat dikatakan bahwa sistem peralatan hidup di Bali sudah modern.

E. Sistem Mata Pencaharian

            Berdasarkan temuan prasasti yang diperoleh dari peninggalan zaman kerajaan Hindu Bali Kuna, dijelaskan dalam prasasti tersebut bahwa masyarakat Bali kuna bermata pencaharian sebagai petani atau bercocok tanam. Prasasti dari raja Marakata diungkapkan istilah amabaki (buka tanah), mluku (membajak), atanem (menanam padi), amantum(menyiangi), ahani (menuai), anutu (menumbuk). Walaupun konsep tatanan sumber mata pencaharian masyarakat Bali saat ini sudah jauh berkembang meskipun tidak meninggalkan konteks pertanian. Misal di Bedugul Kabupaten Tabanan, warga disana bercocok tanam, bukan hanya padi tapi juga sayur mayur, bunga, buah serta beternak sapi dan babi. Di dataran rendah seperti di dekat laut Kuta, Seminyak, Jembrana masyarakatnya juga menjadi nelayan. Lalu Ubud di Kabupaten Gianyar sebagai pusat kerajinan dan peristirahatan masyarakatnya mengandalkan sektor pariwisata yakni menjual souvenir handycraft, membuka penginapan. Di Kabupaten Klungkung menjadi coach diving, usaha spa hotel rumah makan serta pengusaha pariwisata lain terletak di Kabupaten Badung.

F. Sistem Religi

            Masyarakat Pulau Bali sudah sejak dulu terkenal sebagai penganut agama Hindu. Konsep ini sudah ada sejak turun temurun nenek moyang masyarakat Bali. Pokok ajaran Hindu adalah ketercapaian keseimbangan dan kedamaian hidup secara lahir batin. Konsep Ketuhanan Hindu mempercayai Tuhan dalam 3 wujud atau TRIMURTI yakni Brahmana, Wisnu, Siwa. Selain itu Hindu menganggap hal penting yaitu Atman : roh yang abadi, Karmapala : buah dari setiap perbuatan, Purnabawa : kelahiran kembali jiwa. Tempat ibadah agama Hindu disebut pura. Masing masing pura memiliki sifat sendiri. Pura Besakih sifatnya umum untuk semua golonga, Pura Desa (kayangan tiga) khusus untuk kelompok sosial setempat, Sanggah khusus untuk leluhur. Tiap kawasan di Bali pasti memiliki Pura. Dan tentunya masing masing Pura memiliki makna filosofi sendiri. Juga perayaan tiap Pura berbeda sesuai tanggalan kalender Hindu – Jawa :


1) Tanggal Hindu
Tanggalan Hindu–Bali terdiri atas 12 bulan yang lamanya 355 hari. Sistem perhitungan dengan sistem Hindu disebut Syuklapaksa. Tahun baru Saka (Nyepi) jatuh pada tanggal satu bulan kesepuluh.

2) Tanggal Jawa–Bali
Tanggalan Jawa–Bali terdiri atas 30 wuku. Tiap wuku terdiri atas tujuh hari. Perayaan yang didasarkan atas perhitungan penanggalan Jawa-Bali misalnya hari raya Galungan dan Kuningan. Selain itu juga digunakan untuk upacara-upacara sebagai berikut.
a) Manusia yadnya, adalah upacara siklus hidup masa anak-anak sampai dewasa.
b) Dewa yadnya, adalah upacara pada kuil-kuil umum dan keluarga.
c) Resi yadnya, adalah upacara pentahbisan pendeta (mediksa).
d) Buta yadnya, adalah upacara untuk kala dan buta yaitu roh-roh penunggu.

G. Kesenian


            Sudah sangat mendunia bahwa Bali merupakan suatu kawasan yang tidak salah jika dikatakan lengkap. Berisi keragaman hayati, panorama yang memukau mata dunia, kearifan budaya lokal, serta tentu kesenian yang juga sudah diakui mata internasional. Berbicara kesenian Bali tidak akan pernah ada habisnya, karena banyak kesenian yang ada dimodifikasi oleh seniman seniman lokal Bali yang menambah ragam kesenian asli Bali. Seni lukis, seni pahat, seni gerabah, seni musik, seni tari. Pelukis ada Wayan Asta, Nyoman Daging, Gusti Ngurah Kwanji. Seni tari dari Bali yang sudah mendunia diantaranya tari Pendet oleh I Wayan Rindi pada 1967, tari Marga Pati oleh Nyoman Kaler pada 1942, tari Trunajaya oleh I Gede Manik. Serta tari Barong yang semua orang pasti sudah tau, menceritakan tentang kekuatan baik dan buruk yang disimbolkan dengan hewan hewan hutan.

KEBUDAYAAN BALI

Posted by : muhammadsucahyo
Date :Rabu, 11 Februari 2015
With 1 komentar:

UNSUR KEBUDAYAAN ACEH

|
Baca selengkapnya »

A.    Bahasa
Aceh merupakan salah satu provinsi yang ada di Indonesia dan luas wilayahnyapun tidak terlalu besar juga, namun demikian provinsi aceh memiliki beragam bahasa kebudayaan. Bahasa kebudayaan di provinsi aceh akan kita bahas sebagai berikut ini.
1.      Bahasa Alas
Orang Alas berasal dari kabupaten Aceh Tenggara yang disebut Tanah Alas. Kata “alas” sendiri dalam bahas Gayo berarti “tikar”, dan nama ini ada hubungannya dengan keadaan wilayah pemukiman orang Alas yang terbentang luas seperti tikar terkembang di sela-sela Bukit Barisan. Jumlah penduduknya diperkirakan sekitar 90.000 jiwa lebih.
          Sebagai alat komunikasi sehari-hari orang Alas menggunakan bahasa sendiri, yaitu bahasa Alas. Penggunaan bahasa ini dibedakan atas beberapa dialek, seperti dialek Hulu, dialek Tengah, dan dialek Hilir. Dengan demikian orang Alas dibedakan berdasarkan penggunaan dialek bahasa tersebut.
halus        
  Sedang
  kasar
         indonesia  
Medaun  
mangan 
numbai
Makan
batang ruang
Bilek
kasmedun       
Kamar
nadingken
Mate
manggil          
Mati
metempat
Kawin
mijudu
berumah tangga


2.      Bahasa Aneuk Jamee
Sukubangsa Anak Jamek atau Aneuk Jamee di kecamatan Samadua dan Manggeng, Kabupaten Aceh Selatan. Jumlah populasinya diperkirakan sekitar 14.000 jiwa. Aneuk Jamee dalam bahasa Aceh secara harfiah berarti “anak tamu” atau pendatang.
          Dilihat dari segi bahasa, kosa kata bahasa Aneuk Jamee yang berasal dari bahasa Minangkabau lebih dominasi daripada kosa kata bahasa Aceh. Penggunaan bahasa Aneuk Jamee dibedakan atas beberapa dialek, antara lain dialek samadua dan dialek Tapak Tuan.
Pengucapan dalam bahasa jamee :
“ Ambo kinin tangah sakola “
keterangannya: Ambo (saya) kinin (kini/sekarang) tangah(sedang) sakola (sekolah).
3.      Bahasa Gayo
Orang Gayo berdiam di Kabupaten aceh Tengah, sebagian lain di Kabupaten Aceh Tenggara dan Aceh Timur, terutama di sekitar Danau Laut Tawar. Tempat bermukim orang Gayo disebut tanoh Gayo (Tanah gayo). Diperkirakan jumlah orang Gayo seluruhnya sekitar 120.000 jiwa.
Bahasa Gayo digunakan dalam percakapan sehari-hari. Penggunaan bahasa gayo dibedakan atas beberapa dialek, seperti dialek Gayo Laut yang terbagi lagi menjadi sub-dialek Lut dan Deret, dan dialek Gayo Luwes yang meliputi sub-dialek Luwes, Kalul, dan Serbejadi.
4.      Bahasa Simeuleu
Sukubangsa ini mendiami Pulau Simeuleudi Kabupaten Aceh Barat. Jumlah penduduknya sekarang diperkirakan sekitar 60.000 jiwa. Pulau ini dikenal pula dengan  nama pulau Ue atau pulau kelapa, karena daerah ini banyak-banyak menghasilkan kelapa. Nama Simeuleu dalam bahasa Aceh berarti “cantik”. Pulau Simeuleu dikenal dengan nama Simalur dan Simalul.
5.      Bahasa Tamiang
Orang Tamiang mendiami beberapa kecamatan di Kabupaten Aceh Timur, yang dahulu merupakan wilayah administratif Kawedanan Tamiang. Diperkirakan  saat ini orang tamiang berjumlah sekitar 125.000  jiwa lebih.
Orang Tamiang memiliki bahasa sendiri, yaitu bahasa Tamiang, yang kebanyakan kosa katanya mirip dengan bahasa melayu. Bahkan ada yang mengatakan, bahwa bahasa Tamiang merupakan salah satu dialek dari bahasa Melayu. Bahasa Tamiang ditandai oleh mengucapkan huruf R menjadi Gh, misalnya kata “orang” dibaca menjadi oghang. Sementara itu huruf Tsering C, misalnya kata “tiada”dibaca “ciade”.
6.      Bahasa Gumbak Cadek
Sukubangsa ini dikenal pula dengan nama orang Muslim Gunung Kong atau Orang Cumbok. Dalam pergaulan sehari-hari orang Gumbak Cadek menggunakan suatu bahasa yang merupakan gabungan dialek Aceh Gayo.

B.     Sistem Teknologi dan Peralatan
Orang Aceh terkenal sebagai prajuri-prajurit tangguh penentang penjajah, dengan bersenjatakan rencong, ruduh (kelewang), keumeurah paneuk (bedil berlaras pendek), peudang (pedang), dan tameung (tameng). Senjata-senjata tersebut umumnya dibuat sendiri.
Sampai sekarang modernisasi dalam bidang teknologi banyak kelihatan, terutama pada masyarakat yang tinnggl di pedalaman. Namun demikian, akhir akhir ini telah mulai ada reaksi terhadap anjuran anjuran pemerintah untuk menggunakan teknologi modern dalam hal pertanian, seperti pupuk buatan, penyemprotan hama dan lain sebagainya.
Mereka juga memiliki pabrik pabrik perinduustrian yang di dunakan untuk mengolah hasil hasil perkebunan mereka seperti hasil perkebunan kelapa sawit, tebu, tembakau, karet dan lain sebaginya sehingga dapat dikatakkan bahwa teknologi yang mereka miliki saat ini tidak kalah dengan daerah daerah yang lain bahkan juga bisa dikatakan lebih maju dari daerah daerah yang lain.
Dengan singkat, potensi untuk pembangunan daerah orang aceh, yang untuk sementara terletak dalam sektor pertanian, cukup ada. Sedangkan untuk sektor sektor peruamahan penduduk atau pembangunan itu perlu ditingkatkan.


C.    Sistem Mata Pencaharian (perekonomian)
Sejak zaman dahulu provinsi Nanggroe Aceh Darusalam merupakan salah satu provinsi terkaya di indonesia. Kesuburan tanahnya telah menghasilkan berbagai komudotas pertanian unggulan. Misalnya, padi sayur sayuran dan buah buahan. Bahkan kabupaten aceh utara telah menjadi lumbung padi di provinsi tersebut.
1.      Bercocok Tanam
Sehingga dengan demikian kebanyakan orang orang Aceh umumnya hidup sebagai petani. Sektor perkebunan memberi hasil yang melimpah. Hasil perkebunan tersebut diantaranya tembakau, kelapa sawit, kopi, karet, kapuk, lada, tebu, tembakau, nilam, kcang mede dan pinang. Daerah perkebunan utamanya terdapat di daerah kebupaten aceh timur. Dikabupaten ini pula dikembangkan industri indutri perkebunan.
2.      Peternakan Sapi dan Kerbau
Peternakan sapi dan kerbau banyak dilakukan penduduk di Aceh. Hampir setiap rumah penduduk kelihatanya memiliki sapi maupun kebau. Kebanyakan dari peternak peternak itu mempunyai tugas khusus untuk menarik bajak, sedangkan funsi lainya adalah sekedar untuk desembelih maupun dijual.
3.      Berdagang.
Perdagangan merupakan aktivitas terpentig masyarakat aceh. Yang menjadi objek perdagangan adalah hasil sawah yang berupa padi dan binatang  ternak seperti sapi dan kerbau. Dari penjualan padi itu mereka belikan bermacam macam kebutuhan lain. Bagi yang mempunyai hasil ladang, hasilnya itu mereka jadikan sebagai alat untuk menambah ppenghasilan. Mata uang boleh dikatakan telah mereka kenall sejak dulu. Pada ssaat ini mereka tellah dapat mempergunakan bank sebagai tempat penyimpanan uang dan telah mengenal sistem pembayaran dengan menggunakan cek.
4.      Perindustri
Perindustrian juga sudah sejak lama dibangun di Aceh. Industri pupuk juga telah lama berkembang dan sekarang menjadi salah satu indtri terbesar di Aceh. Pupuk yang dihasilkan itu seperti pupuk AAF dan PIM. Selain itu, terdapat pula ribuan indutri rumah tangga. Dikabupaten aceh timur terdapat beberapa kawasa indutri. Industri yang dikembangkan antara lain indutri kayu lapis, pabrik lem, pabrik kertas, pabrik minyak kelapa sawit dan pengolahan hasil bumi lainya.
5.      Nelayan
Diprovinsi ini juga ada kawasan perairan yang kaya akan sumber daya ikan. Sepanjang pantai timur, pantai uutara dan pantai barat merupakan perairan potensial untuk wilayah perikanan. Hasil hasil perikanannya berupa ikan air laut, ikan air tawar dan udang. Sehingga sebagian dari mereka juga bermata pencaharian sebagi nelayan.
Kekayaan provinsi nanggroe aceh darusalam tidak terlepas dari kandungan bahan mineral yang terdapat di provinsi ini. Minyak mentah, gas alam cair, emas dan perak merupakan kekayaan bumi nanggroe aceh darusalam. Gas alam cair ditemukan dikabupaten aceh utara tepatnya di Arun Lhokseumawe. Gas alam cair ini telah diolah oleh PT Arun LNG. Industri pengolahan gas alam cair ini telah berlangsung sejak 1974.

D.    Sistem Organisasi Sosial
1.      Sistem Kekerabatan
Dalam sistem kekerabatan, bentuk kekerabatan yang terpenting adalah keluarga inti dengan prinsip keturunan bilateral. Adat menetap sesudah menikah bersifat matrilokal, yaitu tinggal di rumah orangtua istri selama beberapa waktu. Sedangkan anak merupakan tanggung jawab ayah sepenuhnya.
Dalam sistem kekerabatan tampaknya terdapat kombinasi antara budaya Minangkabau dan Aceh. Garis keturunan diperhitungkan berdasarkan prinsip bilateral, sedangkan adat menetap sesudah nikah adalah uxorilikal (tinggal dalam lingkungan keluarga pihak wanita). Kerabat pihak  ayah mempunyai kedudukan yang kuat dalam hal pewarisan dan perwalian, sedangkan ninik mamak berasal dari kerabat pihak ibu. Kelompok kekerabatan yang terkecil adalah keluarga inti yang disebut rumah tangga. Ayah berperan sebagai kepala keluarga yang mempunyai kewajiban memenuhi kebutuhan keluarganya. Tanggung jawab seorang ibu yang utama adalah mengasuh anak dan mengatur rumah tangga.
2.      Sistem Pelapisan Sosial
Pada masa lalu masyarakat Aceh mengenal beberapa lapisan sosial. Di antaranya ada empat golongan masyarakat, yaitu golongan Keluarga Sultan, Golongan Uleebalang, Golongan Ulama, dan Golongan Rakyat Biasa. Golongan keluarga sultan merupakan keturunan bekas sultan-sultan yang pernah berkuasa. Panggilan yang lazim untuk keturunan sultan ini adalah ampon untuk laki-laki, dan cut untuk perempuan. Golongan uleebalang adalah orang-orang keturunan bawahan para sultan yang menguasai daerah-daerah kecil di bawah kerajaan. Biasanya mereka bergelar Teuku. Sedangkan para ulama atau pemuka agama lazim disebut Teungku atau Tengku.
Pada masa masyarakat Tamiang dikenal penggolongan masyarakat atas tiga lapisan sosial, yakni ughang bangsawan, ughang patoot, dan ughang bepake. Golongan pertama terdiri atas raja beserta keturunannya. yang menggunakan gelar Tengku untuk laki-laki dan Wan untuk perempuan; golongan kedua adalah orang­orang yang memperoleh hak dan kekuasaan tertentu dari raja, yang memperoleh gelar Orang (Kaya); dan golongan ketiga merupakan golongan orang kebanyakan.
3.      Sistem Kemasyarakatan
Bentuk kesatuan hidup setempat yang terkecil disebut gampong (kampung atau desa) yang dikepalai oleh seorang geucik atau kecik. Dalam setiap gampong ada sebuah meunasah (madrasah) yang dipimpin seorang imeum meunasah. Kumpulan dari beberapa gampong disebut mukim yang dipimpin oleh seorang uleebalang, yaitu para panglima yang berjasa kepada sultan. Kehidupan sosial dan keagamaan di setiap gampong dipimpin oleh pemuka-pemuka adat dan agama, seperti imeum meunasah, teungku khatib, tengku bile, dan tuha peut (penasehat adat).

E.     Sistem Pengetahuan dan Pendidikan
Suku Aceh memiliki sistem pengetahuan yang mencangkup tentang fauna, flora, bagian tubuh manusia, gejala alam, dan waktu. Mereka mengetahui dan memiliki pengetahuan itu dari dukun dan orang tua adat.
Pendidikan agama di aceh merupakan pendidikan yang universal bagi setiap anak sejak umur 7 tahun. Pertama mengikuti pendidikan di meunasah (madrasah). Setelah di Maadrasah merka melanjutkan di pesantren sampai berumur 15 tahun keatas.
Disamping pendidikan agama disediakan juga pendidikan umum, yang dimaksudkan pendidikan yang berada dibawah pengawasan departemen pendidikan dan kebudayaan. Pendidikan umum sudah ada sejak jaman belanda dan lebih meningkat sejak kemerdekaan indonesia. Sejak itu di Aceh setiap mukim didirikan sebuah sekolah dasar sedangkan disetiapp kecamatan didirikan sekolah menengah pertama, kemudia sejak tahun 1957 di dirikan sekolah menengah atas dikabupaten kabupaten. Sedangkan untuk melanjutkan ketingkat yang lebih tinggi (perguruan tinggi) kebanyakan dari mereka pergi ke Jawa. Sebagian yang lain melanjutkan di Unversitas Sjah Wuala yang berdiri dari tahun 1959.

F.     Sistem Religi
Aceh termasuk salah satu daerah yang paling awal menerima agama Islam. Oleh sebab itu propinsi ini dikenal dengan sebutan "Serambi Mekah", maksudnya "pintu gerbang" yang paling dekat antara Indonesia dengan tempat dari mana agama tersebut berasal. Agama islam lebih menonjol dalam segala bentuk dan manivestasi di dalam masyarakat, biarpun pengaruh adat tidak hilang sama sekali. Pengaruh agama terhadpa kehidupan masyarakat sangat berhubungan dengan kerohanian dan kepribadian seseorang yang mempengaruhi sifat kekeluargaan seperti pernikahan, harta waris, dan kematian. Dengan berlakunya syariah islam di Aceh, maka seluruh pelanggaran antara orang-orang maupun golongan lebih banyak diputuskan berdasarkan hukum islam.
Walaupun orang Aceh hampir semuanya beragama islam namun terdapat juga gereja di Aceh. Gereja-gereja ini umumnya didirikan oleh Belanda dan sedikit adanya gereja-gereja baru. Catatan resmi tentang jumlah gereja di Aceh tidak ada. Kecuali catatan tahun 1954 yang menyatakan jumlah gereja di Aceh 36 buah.


G.    Kesenian
Wilayah Aceh kaya akan tradisi dan budaya. Lagu daerahnya yaitu “Piso Suri” Bungong Jeumpa”. Tarian dari daerah ini antara lain tari Seudati, tari Saman, tari Meusekat, tari Ular-Ular , tari Guel Randai. Tari Seudati merupakan tari yang paling terkenal, bahkan ke mancanegara. Tari ini dimainkan oleh beberapa orang. Keunikan tarian ini yaitu ketangkasan, kecepatan, dan kekompakan para penarinya.
Seni hias khas Aceh yaitu bentuk pilin berganda. Seni hias ini biasa digunakan pada ukiran kain tenun. Bentuk pilin berganda terdiri atas susunan lima huruf. Senjata tradisionalnya yaitu Rencong. Pegangan rencong biasanya terbuat dari besi yang bertulisan ayat-ayat Alquran. Selain rencong, terdapat pula kesenian tradisional lainnya, yaitu Pedang Daun tebu (digunakan oleh panglima perang) dan Rendeuh (digunakan prajurit).

Rumah adat daerah aceh adalah rumoh aceh. Rumoh aceh inii berbentuk Rumah Panggung yang terbuat dari kayu meranti. Rumoh aceh terdiri atas tiga serambi yaitu Seuramoe keu (Serambi deoan), rumah inong (serambi tengah), dan seuramoe likot (serambi belakang). Selain itu, terdapat pula rumah adat untuk menyimpan padi (lumbubg padi), yaitu krong pade atau berandang. Selain itu, ada juga makanan khas. Makanan kas tersebut antara lain gulai, timpan, daging masak pedas, dan masak udang cumi.

UNSUR KEBUDAYAAN ACEH

Posted by : muhammadsucahyo
Date :
With 1 komentar:

CONTOH HASIL STORYBIRD (TUGAS ICT)

| Minggu, 06 Juli 2014
Baca selengkapnya »
Murni Karya 

Muhammad Sucahyo
A510120235

Mahasiswa PGSD FKIP
Universitas Muhammadiyah Surakarta





















CONTOH HASIL STORYBIRD (TUGAS ICT)

Posted by : muhammadsucahyo
Date :Minggu, 06 Juli 2014
With 0komentar
Tag :

PPT Berbagai pekerjaan (Tugas ICT)

| Sabtu, 05 Juli 2014
Baca selengkapnya »



Ini dia PPT Berbagai Pekerjaan, semoga bermanfaat





Karya 

Muhammad Sucahyo
A510120235

PPT Berbagai pekerjaan (Tugas ICT)

Posted by : muhammadsucahyo
Date :Sabtu, 05 Juli 2014
With 0komentar
Tag :

Pengertian Storybird (Tugas ICT)

|
Baca selengkapnya »


Storybird adalah sebuah situs untuk membaca, menulis, dan berbagi cerita digital. Dengan Storybird, Guru dapat membantu siswa melancarkan keterampilan menulis!
Menulis dalam Storybird terasa menyenangkan dengan fitur-fitur yang mudah dan sederhana. Guru dan siswa dapat memilih gambar untuk dijadikan sumber inspirasi karya tulis, lalu, tulisan hasil karya siswa dapat dibaca dan diberi umpan balik oleh guru atau sesama siswa.
Namun sayangnya fasillitas sorybird ini memiliki kelemahan, salah satunya adalah tidak ada aplikasi yang digunakan  untuk langsung mencetak atau mengelurkan cerita dari dalam websait. kalau mau mengelurakan atau mengambil cerita harus menggunakan aplikasi tambahan seperti photoscape atau yang lainnya.


Oleh :
Muhammad Sucahyo
A510120235

Pengertian Storybird (Tugas ICT)

Posted by : muhammadsucahyo
Date :
With 0komentar
Tag :

Video Motivasi

| Selasa, 01 Juli 2014
Baca selengkapnya »


video ini bukan karya sayaaaa
tapi semoga bermanfaat bagi saudara saudara ku....







Oleh 
Muhammad Sucahyo
A510120235



Video Motivasi

Posted by : muhammadsucahyo
Date :Selasa, 01 Juli 2014
With 0komentar

Cara Memaasukan File Ms. Word, Ms. Excel, Ms. Power Point ke dalam Blog kita

| Minggu, 29 Juni 2014
Baca selengkapnya »


Temen temen pasti bertanya tanya, bagaimana ya caranya memasukan hasil karya ku yang berupa file Power Point, Ms Word, Ms excel maupun MS Office yang lainnya. Temen temen tenang aja.... 

caranya sangat mudah kog.... 
tinggal ikutin aja prosedur dibawah ini.... pasti beres...
selamat mencobaaa




1.       Masuklah ke halaman  http://slideshare.net/upload
2.       Kemudian Log in. Jika kalian belum memiliki akun di halaman tersebut, maka klik Sign up dan buatlah akun kalian.
3.       Isi data diri untuk registrasi
4.       Log in
5.       Klik upload
6.       Upload
7.       Piliih file yang ingin di upload
8.       Isi add Detail (category, deskripsi, taggs)
9.       Klik save & continous
10.   Klik Embed
11.   Copy kode htmlnya
12.   Lalu Paste kode html di Entri baru blog kalian
13.   Ubah jenis penulisannya menjadi HTML
14.   Simpan lalu Publish

MUDAH KAN COYYY.....


Oleh :

Muhammad Sucahyo
A510120235




Cara Memaasukan File Ms. Word, Ms. Excel, Ms. Power Point ke dalam Blog kita

Posted by : muhammadsucahyo
Date :Minggu, 29 Juni 2014
With 0komentar
Next Prev
▲Top▲