Newest Post

MAKALAH PPD

| Minggu, 26 Mei 2013
Baca selengkapnya »


MENGEMBANGKAN KECERDASAN VERBAL LINGUISTIK PADA PESERTA DIDIK


Disusun Oleh :
                          Muhammad Sucahyo           (A510120235)
                          Kresna                                    (A510120210)
                          LilisAmbarwiratmi                (A510120214)
                          Anggun Pranoto                    (A510120217)
                          Ardwiyan Oktavia P             (A510120232)



PROGRAM S-1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2013
Pengertian Intelegensi
Menurut para ahli, pengertian inteligensi:
         Ebbinghaus: kemampuan untuk membuat kombinasi
         Terman: kemampuan untuk bepikir abstrak
         Thorndike: hal yang dapat dinilai dengan taraf ketidaklengkapan dari pada kemungkinan kemungkinan dalam perjuangan hidup individu
         Wechler: kemampuan bertindak degan menetapkan suatu tujuan, untuk  berpikir rasional, dan untuk berhubungan dengan lingkungan sekitarnya secara memuaskan
         Binet: kemampuan untuk menetapkan dan mepertahankan tujuan, untuk mengadakan penyesuaian dalam rangka mencapai tujuan itu untuk bersikap kritik terhadap diri sendiri
Dengan demikianIntelegensi atau kecerdasan adalah kemampuan untuk melakukan abstraksi serta berpikir logis dan cepat sehingga dapat bergerak dan menyesuaikan diri terhadap situasi baru. Kecerdasan (intelegensi) secara umum dipahami pada dua tingkat yaitu kecerdasan sebagai suatu kemampuan yaitu untuk memahami informasi yang membentuk pengetahuan dan kesadaran.
Kecerdasan majemuk (Gardner) adalah Terdapatberagamkemampuanataupengetahuan yang dapatmembantuseseorangdalammemperkayakehidupannyadanmeresponlingkungansecaraefektif. Salah satu kecerdasan itu ialah kecerdasan verbal linguistik.

Kecerdasan Verbal Linguistik
Kecerdasan verbal linguistik adalah kemampuan untuk menggunakan dan mengolah kata – kata secara efektif baik secara oral/lisan maupun secara tertulis. Kemampuan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa secara umum. Orang yang memiliki intelegensi linguistik tinggi akan berbahasa dengan lancar, baik, dan lengkap. Ia mudah untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa, mudah belajar beberapa bahasa. Orang tersebut dengan mudah mengerti urutan dan arti kata-kata dalam belajar bahasa. Mereka mudah untuk menjelaskan, mengajarkan, dan menceritakan pemikirannya pada orang lain. contohnya pencipta puisi, editor , jurnalis, dramawan, sastrawan, orator Tokoh

Ciri ciri anak yang memiliki kecerdasan verbal linguistik lebih
¨  Menulislebihbaikdarianak-anakseusianya
¨  Banyakberbicaratentanghal-hal yang diketahui
¨  Seringmembuatlelucon
¨  Seringmenceritakancerita-cerita
¨  Mudahmengingatnama-nama,tempat,tanggal kejadian2 penting
¨  Senangdenganpermainan kata-kata
¨  Senangmembacabuku
¨  Senangpuisi,irama kata
¨  Memilikikosa kata yang lebihdarianak-anakseusianya

Sehingga untuk mengembangkan atau memberikan kecerdasan verbal linguistik pada peserta didik ada banyak cara yang dapat kita gunakan di antaranya.
1.      Rekam pembicaraan peserta didik tersebut dengan tape recorder lalu suruh peserta didik itu untuk mendengarkanya kembali
2.      Kunjungi perpustakaan dan toko buku secara teratur.
3.      Suruh mereka mendengarkan rekaman ahli pidato, penyair, pendongeng dan pembicara yang terkenal.
4.      Buat buku harian atau usahakan untuk menulis tentang apa yang mereka lakukan dan apa saja yang ada dalam pikiran mereka setiap hari.
5.      Dalam proses pembelajaran sediakan waktu untuk bercerita walaupun hanya sedikit saja.
6.      Ketika  pembelajaran selingi dengan sedikit lelucon,
7.      Buatlah teka teki atau permainan kata
8.      Suruh mereka menghafalkan puisi atau kutipan prosa kegemaran mereka.
Akan lebih baik jika pengembangan kecerdasan linguistik ini ditunjang dengan pengembangan self smart, logic smart dan people smart. Ketiga kecerdasan itu akan lebih meningkatkan kemampuan peserta didik dalam mengolah kata, serta akan memperluas pengetahuan peserta didik.









PENUTUP

Kesimpulan
            Dari pembahasan yang kami berikan diatas maka dapat kami simpulkan bahwa kecerdasan verbal linguistik adalah kemampuan untuk menggunakan dan mengolah kata – kata secara efektif baik secara oral/lisan maupun secara tertulis. Kemampuan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa secaa umum.
            untuk mengembangkan atau memberikan kecerdasan verbal linguistik pada peserta didik dapat dilakukan bebagai cara diantaranya :
1.      Kunjungi perpustakaan dan toko buku secara teratur.
2.      Suruh mereka mendengarkan rekaman ahli pidato, penyair, pendongeng dan pembicara yang terkenal.
3.      Buat buku harian atau usahakan untuk menulis tentang apa yang mereka lakukan dan apa saja yang ada dalam pikiran mereka setiap hari.
4.      Dalam proses pembelajaran sediakan waktu untuk bercerita walaupun hanya sedikit saja.
5.      Kita pembelajaran selingi dengan sedikit lelucon,
6.      Buatlah teka teki atau permainan kata
7.      Suruh mereka menghafalkan puisi atau kutipan prosa kegemaran mereka.












DAFTAR PUSTAKA

Abubakar, Baraja.2008.Perkembangan Psikologi.Jakarta Timur: Studia press.




















LAMPIRAN
ES BREAKING 1
Atas bawah geleng geleng
Atas bawah geleng geleng
Geleng kiri, geleng kanan
Atas bawah geleng geleng

Atas bawah goyang goyang
Atas bawah goyang goyang
Goyang kiri, goyang kanan
Atas bawah goyang goyang

Tepuk atas tepuk bawah
Tepuk atas tepuk bawah
Tepuk kiri, tepuk kanan
Berputar.... tepuk tangan
gerakanya,
1.      Atas bawah, tangan pegang kepala pundak , kalau geleng geleng ya kepalanyayang geleng geleng.
2.      Atas bawah, pundak dan pinggang, goyang goyang ya pinggulnya, digoyang goyang
3.      Tepuk ya sama dengan lagunya.

ES BREAKING 2
Angkatlah tanganmu taruhlah dipinggang,
Ayo goyang goyang kekiri kekanan
Maju kedepan mndur kebelakang
Melompat lompat seperti kelinci
Maju kedepan mundur kebelakang
Melompat lompat seperti kelinci
Maju kedepan mundur kebelakang
(gerakanya sesuai dengan lagunya)

MAKALAH PPD

Posted by : muhammadsucahyo
Date :Minggu, 26 Mei 2013
With 0komentar
Tag :

TEORI BELAJAR COOPERATIVE LEARNING

| Jumat, 17 Mei 2013
Baca selengkapnya »


UMSs



Disusun Oleh :
                            Muhammad Sucahyo                     (A510120235)
                            Feri Indri Y                                     (A510120223)
                            Anisa Fatmawati                            (A510120208)
                            Maya Exanti                                   (A510120226)



PROGRAM S-1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2013
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Di Indonesia memiliki progam pendidikan yang baik karena pemerintah mengupayakan dan memfasilitasi anak Indonesia untuk bersekolah.Pendidikan merupakan suatu sistem yang mengolah sebuah input menjadi sebuah output .Input nya yaitu Siswa dan Outputnya siswa yang siap bekerja dan menciptakan lapangan pekerjaan.Di Indonesia  pendidikannya kurang maju dibandingkan dengan negara lainnya seperti Jepang maupun Singapura mungkin karena strategi yang dipakai kurang sesuai dengan karakteristik murid Indonesia sehinngga kita sebagai calon guru kita berkewajiban untuk menemukan sebuah strategi pembelajaran yang tepat sehingga akan menghasilkan produk pendidikan yang baik dan dapat bersaing dalam kancah Internasional.
 Terciptanya kehidupan bermasyarakat yang saling asah-asih-asuh,rukun,damai,harmoni tanpa saling curiga merupakan impian semua orang. Bagi negara Kesatuan Republik Indonesia yang masyarakatnya majemuk,isu-isu sara mudah sekali digunakan oleh orang atau kelompok yang tidak bertanggung jawab untuk memecah belah bangsa. Keharmonisan dapat terwujud bila masing-masing mau terbuka, mau mendengar dan saling memahami kekurangan serta kelebihan orang lain. Menyadari bahwa hal yang besar dimulai dari hal-hal yang kecil. Jadi guru dapat memulainya sejak anak-anak duduk di sekolah dasar melalui model pembelajaran Cooperative Learning.


B.     Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari penulisan makalah ini :
1.      Apa pengertian dari pembelajaran coorperatif  learning?
2.      Apakah karakteristik dari pembelajaran cooperatif learning?
3.      Apakah tujuan dari pembelajaran cooperative learning?
4.      Apasaja model model pembelajaran cooperatif learning?
5.      Bagaimanakah langkah langkah dari pembelajaran cooperatif learning?
6.      Bagaimanakah model evaluasi pembelajaran cooperatif learning?
7.      Apa peran guru dalam pembelajaran active learning?





C.    Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah
1.      Kita dapat mengetahui apa itu pembelajaran cooperatif learning
2.      Kita dapat menegtahui karakteristik dari pembelajaran cooperatif learning.
3.      Kita dapat mengetahui tujuan dari pembelajaran cooperative learning
4.      Kita dapat mengetahui berbagai model pembelajaran cooperative learning
5.      Kita dapat mengetahui langkah langkah dari sistem pembelajaran cooperatif learning
6.      Kita dapat mengetahui model evaluasi dari pembelajaran cooperatif learning
7.      Kita dapat mengetahui peran guru dalam pembelajaran active learning
















BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Pembelajaran Cooperatif Learning
Model cooperatif learning adalah suatu strategi belajar mengajar yang menekankan pada sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu diantara sesama dalam struktur kerja sama yang teratur dalam kelompok, yang terdiri atas dua orang atau lebih. Dimana pada tiap kelompok tersebut terdiri dari siswa-siswa berbagai tingkat kemampuan, melakukan berbagai kegiatan belajar untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang materi pelajaran yang sedang dipelajari. Setiap anggota kelompok bertanggung jawab untuk tidak hanya belajar apa yang diajarkan tetapi juga untuk membantu rekan belajar. Sehinggga keberhasilan kerja sangat dipengaruhi oleh keterlibatan dari setiap anggota kelompok itu sendiri. Dalam pendekatan ini siswa merupakan bagian dari suatu sistem kerja sama dalam mencapai hasil yang optimal dalam belajar.
Cooperatif learning ini juga memandang bahwa keberhasilan dalam belajar bukan semata mata harus diperoleh dari guru, melainkan bisa juga dari pihak lain yang terlibat dalam pembelajaran itu, yaitu teman sebaya. Disini semua siswa berusaha sampai semua anggota kelompok berhasil memahamidan melengkapinya. Model pembelajaran cooperatif learning dikembangkan untuk mencapai setidak tidaknya tiga tujuan pembelajaran yaitu hasil belajar akademik, penerimaan terhadap perbedaan individu dan pengembangan keterampilan sosial.


B.     Karakteristik Pembelajaran Cooperatif Learning
Beberapa karakteristik pembelajaran cooperatif learning antara lain:
1.      Individual Accountabiliting.
yaitu bahwa setiap individu di dalam kelompok mempunyai tanggung jawab untuk menyelesaikan permasalahan yang yang dihadapi oleh kelompok, sehingga keberhasilan kelompok sangat ditentukan oleh tanggung jawab setiap anggota.

2.      Social skills.
Meliputi seluruh kehidupan sosialkepekaan sosial dan mendidik siswa untuk menumbuhkan pengekangan diri dan pengarahan diri demi kepentingan kelompok. Keterampilan ini mengajarkan siswa untuk belajar memberi dan menerima, mengambil dan menerima tanggung jawab, menghormati hak orang  lain dan membentuk keasadaran sosial.
3.      Positive interdependence.
Adalah sifat yang menujukan saling ketergantungan satu terhadap yang lain didalam kelompok secara positif. Keberhasilan kelompok sangat ditentukan oleh peran dari setiap anggota kelompok, kerena setiap anggota kelompok dianggap memiliki kontribusi. Jadi setiap siswa itu berkolaborasi bukan berkompetisi.
4.      Group Processing
Proses perolehan jawaban permasalahan dikerjakan oleh kelompok secara bersama sama

C.    Tujuan dari pembelajaran cooperative learning
Cooperative learning mempunyai tujuan pembelajaran yang penting yang man dapat di resume oleh ibrahim (2000) yaitu:
1.Mencapai hasil belajar berupa prestasi akademik yakni meningkatkan nilai siswa pada belajar akademik dan perubahan normal yang berhubungan dengan hasil belajar
2.Dapat menerima secara luas dari orang yang berbeda berdasarkan ras budaya, kelas social, kemampuan dan ketidak mampuannya.
3.Mengajarkan kepada siswa ketrampilan bekerja sama dan kolaborasi.

D.    Model model pembelajaran cooperative learning
Dalam cooperative learning terdapat beberapa fariasi model yang di terapkan di antar lain :
1)jigsaw
Yaitu mendorong siswa aktifdan saling membatu dalam menguasai materi pelajaran untuk mencapaian prestasi yang maksimal dan penyelenggarannya di bentuk secara bertahap.
2)Group Invesgation
Pada model ini siswa di bagi ke dalam kelompok yang beranggotakan 4-5 orang. Dan pada model ini siswa dapat memilih sub topic yang ingin mereka pelajari atau di tentukan oleh guru.
3)Listening Team
Pada model ini di awali dengan pemaparan materi pelajaran oleh guru, kemudian guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok dan kelompokmempunyai peran masing-masing.

E.     Langkah Langkah pembelajaran cooperatif learning
1.      Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengkomunikasikan kompetensi dasar yang akan dicapai serta memotifasi siswa. Sehingga siswa akan mengerti apak hasil dan tujuan dari pembelajaran yang akan dia pelajari terlebih dahulu.
2.      Menyampaikan informasi
Guru menyampaikan informasi mengenai materi materi  yang akan mereka bahas dalam sistem pembelajaran cooperatif learning.
3.      Mengorganisasikan siswa kedalam  kelompok kelompok belajar
Guru mengatur dan menginformasikan  tiap tiap individu itu  ke dalam kelompok yang mana. Dan cara pembagianay itu tiap kelompok harus ada satu atau dua siswa yang pandai, sehingga siswa yang pandai itu dapat membantu dan mengkoordinir teman teman yang satu kelompok dengannya.
4.      Membimbing kelompok belajar
Guru memotivasi dan memfasilitasi dalam kelompok kelompok belajar tersebut.
5.      Evaluasi
Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi pembelajaran yang telah dibahas dalam kelompok kelompok masing masing.
6.      Memberikan penghargaan
Guru memberikan penghargaan atas hasil belajar individu dan kelompok.

F.     Model Evaluasi Belajar Cooperative learning.
            Dalam model pembelajaran cooperative learning terdapattiga model evaluasi, ketiga model  evaluasitersebutadalahsebagaiberikut:
  1. Model Evaluasi Kompetisi
            Padasistemperingkatjelasmenanamkanjiwakompetitif, karenasejakmasaawalpendidikan formal, siswadipacu agar bisamenjadilebihbaikdariteman-temansekelas, sehinggasiswa yang jauhmelebihikebanyakansiswa yang dianggapberprestasi, yang kemampuannyaberada di bawah rata-rata kelasdianggapgagalatautidakberprestasi.
2.       Model Evaluasi Individual                         
            Dalamsistemini, sistemsiswabelajardenganpendekatandankecepatan yang sesuaidengankemampuanmerekasendiri.Anakdidiktakbersaingdengansiapa-siapa, kecualibersaingdengandirimerekasendiri.Teman-temansatukelasdianggaptidakadakarenajaranginteraksiantarsiswa di kelas.Berbedadengansistempenilaianperingkat, dalampenyajian individual guru menetapkanstandaruntuksetiapmurid.
3.       Model Evaluasi Cooperative Learning
            Sisteminimenganutpemahaman  homohominisoclus. Falsafahinimenekankansalingketergantunganantarmakhlukhidup.Kerjasama  merupakankebutuhan yang sangatpentingartinyabagikelangsunganhidup. Prosedursistempenilaian Cooperative Learning   diantaranyaadalahtanggungjawabpribadidankelompok.Jadisiswamendapatnilaipribadidannilaikelompok.

G.    Peran Guru dalam pembelajaran Active Learning
Guru dalam cooperative learning mempunyai beberapa peran untuk melakukannya antara lain:
1. Sebagai Fasilitator
Peran guru sebagai fasilitator harus mempnyai beberapa sikap sebagai berikut:
a)Mampu menciptakan suasana kelas yang nyaman dan menyenangkan
b)Membantu dan mendorong iswa untuk mengingkapkan dan menjelaskan keinginan dan pembicaraannya.
c)Mmembatu kegiatan dan menyiapkan sumber atau alat.
d)Membina siswa agar setiap siswa, setiap orang menjadi sumber yang bermanfaat bagi yang lainnya
e)Menjelaskan tujuan kegiatan pada keluarga dan mengatur jalannya dalam bertukar pendapat.
2. Sebagai Mediator
Guru berperan untuk menjembati atau mengaitkan materi pelajaran yang sedang di bahas melalui cooperative learning dengan permasalahan yang nyata di temukan di lapangan.
3. Sebagai Director-Motivator
Guru beperan dalam membimbing serta mengarahkan jalannya diskusi, membantu kelancaran diskusi tetapi tidak memberikan jawaban.
4. Sebagai Evaluator
Guru berperan dalam menilai kegiatan belajar mengajar yang sedang berlamgsung.






















BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Model cooperatif learning adalah suatu strategi belajar mengajar yang menekankan pada sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu diantara sesama dalam struktur kerja sama yang teratur dalam kelompok, yang terdiri atas dua orang atau lebih.
Karakteristik pembelajaran cooperative learning meliputi individual accountabiliting, social skills, positive interdependence, group Processing
Tujuan cooperative learning adalah untuk meningkatkan hasil belajar akademik, menerima terhadap perbedaan individu, dan mengembngkan ketrmpilan social.
Model- model cooperative lerning antar lain : jigsaw, group invesgation dan listening team
Langkah langkah pembelajaran cooperative learning yaitu 1). Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa. 2). Menyampaikan informasi. 3). Mengorganisasikan siswa kedalam  kelompok kelompok belajar . 4). Membimbing kelompok belajar. 5). Evaluasi. 6)Memberikan penghargaan

B.     Saran



























DAFTAR PUSTAKA

Surtikanti dan Joko Satntoso. 2008.   Strategi Belajar Mengajar. Surakarta: FKIP UMS
https://sites.google.com/site/nadzoro/Home/cooperative-learning

TEORI BELAJAR COOPERATIVE LEARNING

Posted by : muhammadsucahyo
Date :Jumat, 17 Mei 2013
With 0komentar
Next Prev
▲Top▲