Newest Post

Pengaruh Budaya Barat terhadap Budaya Indonesia

| Rabu, 11 Februari 2015
Baca selengkapnya »
Pengaruh budaya Barat terhadap budaya Indonesia yang dilihat dari unsur-unsur kebudayaan menurut Koentjoroningrat sebagai berikut :
a.      Sistem Religi
Religi adalah bagian dari kebudayaan disebabkan karena saya telah menganut suatu konsep yang untuk sebagian berdasarkan konsep E. Durkheim mengenai dasar-dasar religi yang pernah dibentangkan olehnya dalam bukunya yang terkenal, Les Formes Elementaires de la Vie Religieuse (1912). Konsep yang saya anut bahwa setiap religi merupakan suatu sistem yang terdiri dari empat komponen yaitu :
1.      Emosi Keagamaan
2.      Sistem Keyakinan
3.      Sistem ritus dan Upacara
4.      Umat atau kesatuan sosial.
Kebudayaan Indonesia sangatlah beragam, begitu pula pada sistem kepercayaan atau agama. Pada zaman dahulu rakyat Indonesia menganut kepercayaan animisme dan dinamisme, banyak rakyat yang menyembah benda-benda mati, mereka mengangap bahwa benda mati memiliki kekuatan spiritual dan roh-roh leluhur seperti pohon besar yang menyimpan kekuatan besar, mereka melakukan berbagai ritual untuk menyembah benda- benda mati tersebut yang mereka anggap memilikai kekuatan Gaib. Kepercayaan Animisme dan dinamisme hilang seiring perkembangan zaman dan peradaban manusia dari berbagai negara. Dengan adanya proses peradaban melalui berbagai jalur, salah satunya jalur perdagangan. Banyak para pedagang yang berasal dari berbagai negara seperti Gujarab, Arab, Persia dan lain-lain. Merekan mengenal agama seperti agama hindu, budha, katholik, kristen dan Islam. Pola pikir mereka berubah seiring dengan perkembanagn zaman dan keyakinan yang mereka anut. Dan di negara Indonesia menetapkan ada beberapa agama yang dipersetujui pemeritah di antaranya islam, kristen, katholik, hindu, budha, dan khong hu chu.
b.      Sistem Pengetahuan
Barat dalam pikirannya cenderung menekankan pada dunia obyektif dari pada rasa sehingga hasil pola pemikiran demikian membuahkan sains dan teknologi. Filsafat Barat telah di pusatkan pada dunia rasio. Oleh karenanya, pengetahuan mempunyai dasar empiris yang kuat. Demikian pula dalam tradisi agama barat, dunia empiris memiliki arti ( Harold, Marilyn dan Richard, 1979 ). Dalam cara berfikir dan hidupnya lebih terpikat oleh kemajuan material sehingga tidak cocok dengan cara berfikir untuk meninjau makna dunia dan makna hidup. Barat hidup dalam dunia teknis dan ilmiah, maka filsafat tradisional dan pemahaman agama muncul sebagai sistemik ide-ide asprak tanpa hubungan dengan yang nyata dan praktek hidup.
Menurut To Thi Anh ( 1975 ) ada tiga nilai penting dalam mendasari nilai Barat yaitu martabat manusia, kebebasan, dan teknologi. Bangsa timur menggap negara barat itu negara kebebasan, segala sesuatau mungkin terjadi. Hal ini di mulai dari sosialisasi anak yang di biarkan untuk membentuk dunianya sendiri dan mengembangkan bakatnya sendiri. Spontanitas lebih dihargai dan individu bebas dari tekanan dan campur tangan dari orang lain. Akhirnya kebebasab itu diwujudkan dalam berbagai bidang kehidupan sosial, politik, kebudayaan, dan ekonomi. Tradisi kebebasan ini menimbulkan rasa percaya diri dan kemampuan serta menghilangkan status sosial.  Teknologi barat ]membikin kagum dan iri bangsa timur. Tidak sedikit negara timur menjadi korban poenjajahn teknologi barat karena rasa kagum inifilsafat terdiri diatas kaki sendiri tidak tahan terhadap godaan dan tantangan teknologi barat sehingga tunduk teknologi. Hasil teknologi barat melebihi kebutuhan manusia, bahkan menganggu kepentingan manusia karena terlalu cepat sampai kedepan (Alfin Topler  menyebutkan future shock) . Kecepatan teknologi barat sulit diikuti imajinasi sehingga banyak benda yang dimusiumkan. Di barat tidak sedikit manusia yang dikuasai oleh perubahan ternologi sehingga menimbulkan dampak kehilangan arah, hilang kepercayaan terhadap diri sendiri terhadap nilai-nilai dan iman timbul kecemasan dan tekanan hidup acuh tak acuh dan terganggu kesehatan mental. Akibat teknologi yang terjadi menimbulkan nilai eksitensi secara serempak juga merendahkan martabat manusia, yang menjadi ukuran dalam budaya teknologi sekarang adalah kultur orang, kualitas (produksi yang melimpah), kultur buatan (artifisial), kontrol menyeluruh (kemahakuasaan sistem). Kemajuan teknologi menghasilkan dinamisme , perencanaan, organisasi,  manajemen, keberanian berusaha, penguasaan materi, dan sekaligus menggerogoti kehidupan sosial dan pribadinya menurut ( Tho Thi Anh, 1974).
Di dunia Barat orang lebih condong menekankan dunia empiris sehingga mereka maju dalam bidang sains dan teknologi. Sangat berbeda jauh dengan negara timur seperti halnya negara Indonesia. Budaya timur pada intinya bersumber dari agama-agama yang lahir di dunia timur. Mereka berfikir tidak bertujuan menunjang usaha-usaha manusia untuk menguasai dunia dan hidup secara teknis , sebab masyarakat timur menyukai intuisi dari pada akal dan budi. Intinya keribadian manusia timur tidak terletak pada inteleknya melainkan pada hatinya. Secara garis besar mereka menghayati kehidupan tidak hanya dengan otaknya.  Pemikiran timur lebih menekankan segi dalam dari jiwa, dan realitas di belakang dunia empiris dianggap sebagai suatu yang hanya lewat dan bersifat khayalan. Timur lebih menekankan pada disiplin mengendalikan diri, sederhana , tidak mementingkan dunia, bahkan menjauh diri dari dunia. Sesuatu yang baik menurut dunia timur tidak hanya terdapat dalam benda dunia, tidak memanipulasi alam, mengubah masyarakat dan mencari kesenangan bagi dirinya . akan tetapi, yang baik diperoleh melalui pencarian zat yang satu, dan dalam diri kita atau di luarnya.
Masyarakat Indonesia salah satunya yang masih berpegangan pada Kebudayaan timur, masyarakat yang memiliki tingkat pengetahuan yang masih rendah. Dilihat dari segi pendidikan Indonesia masih memiliki banyak kekurangan baik dari segi kualitas pendidik, sarana prasarana, dan pemerataan pendidikan yang masih menemui berbagai kendala. Masih di temukan banyak anak-anak Indonesia yang putus sekolah bahkan tidak sekolah, itulah salah satu cermin bahwa Indonesia merupakan negara yang masih harus di benahi atau di perbaiki. Coba di bandingkan dengan Masyarakat Barat misalnya Amerika, disana pendidikan sangat diperhatiakan dan di jamin oleh pemerintah, sarana prasarana terjamin, pendidik yang profesional dll.
c.       Sistem organisasi masyarakat
Menurut F.H.L Hsu ( lihat karanganya : psychological Homeostatis and jen”.American Anthropologist, 73, 1971 :hlm. 23-44 ) ahli antropologi, psikologi, filsafat. Kesusastraan China Klasik mengajukan gagasan bahwa makhluk manusia mempunyai suatu kebutuhan pokok dalam kehidupan rohaninya, yaitu orang-orang atau hal-hal yang menjadi subjek dari perasaan intim serta karib, dan bisa menjadi tujuan dari perasaanya yang berbakti. Baru kalau ada “ masyarakat hubungan karib “  dalam kehidupan rohaniah manusia, maka jiwanya hidup dalam suatu kesimbangan yang selaras, yang oleh Hsu di sebut keseimbangan homeostatis psikologi (psychological Homeostatis) .
Semua manusia yang lahir didunia, dimulai dari orang tua dan saudara sekandungnya. Inilah yang disebut “masyarakat hubungan karib” bentuk awal dari hubungan manusia. Dalam masyarakat yang bersuku bangsa di Indonesia dan dalam semua masyarakat dalam Asia (Bangsa Timur ) orang tua dan saudara-saudara itu akan menjadi “masyarakat karib” selama individu yang bersangkutan itu masih hidup. Orang-orang tersebut akan menjadi objek dari rasa kemesraanya, dalam masa kesulitan dan tekanan batin, maka orang-orang tadi itulah yang menjadi tempat berlindung dan sumber pertolongan pertama.  Di dalam masyarakat Barat “ masyarakat karib” dari tiap individu pada mula-mulanya juga akan terdiri dari orang tua serta saudara-saudara sekandungnya. Walaupun demikian , pada saat menginjak usia dewasa setiap individu akan memisahkan diri dari “ masyarakat inti “ mereka akan mencari orientasi dan menjalani jalan hidupnya sendiri. Terdapat suatu konsepsi yang mereka anggap memiliki nilai yang amat tinggi dan merupakan tema pokok dari nilai individualisme di dunia Barat, yaitu konsepsi bahwa “ Manusia yang sejati adalah manusia yang bisa mencari suatu hal sama sekali atas kemauanya sendiri”. Bagi manusia Barat yang sejati, itulah hidupnya yang harus dilakukannya pada saat mereka merasa sudah dewasa.
Demikian menurut Hsu sumber dari sikap kegigihan bangsa Barat terhadap hidup itu tak lain adalah tidak adanya sekelompok manusia yang secara otomatis dapat dianggap sebagai “lingkungan karib” itu. Mereka harus mencari itu dengan sendirinya dengan kegigihan mengeksplorasi lautan, benua-benua, meneliti alam, zat-zat atau hidup dalam laboraturium, mereka mengorbankan dirinya untuk kemanusiaan. Kegigihan hidup untuk mencari “ lingkungan karib “ sudah menjadi sikap hidup bagi manusia Barat, yang di bawanya kemana-mana. Itulah rahasia kesuksesan manusia Barat, ketika mereka berhasil maka mereeka akan benar-benar sukses, sebaliknya jika mereka gagal maka mereka akan sengsara.
Menurut Hsu, manusia Timur tidak memiliki sikap gigih seperti manusia Barat, karena salah satu kebutuhan pokok yaitu “lingkungan karib” tadi sudah ada secara otomatis, tidak perlu adanya usaha yang gigih untuk mencarinya, mereka hidup mengembangkan dengan selaras, puas, dan bahagia dengan apa yang dimilikinya, menikmati keindahan hidup sekitarnya, atau kalau hidup itu tidak indah melainkan penuh dosa dan kesengsaraan, maka sikap orang Indonesia itu adalah untuk tetap mencoba dan melihat unsur-unsur keindahan dalam kesengsaraan itu.
d.      Kesenian
Dari segi kesenian Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai seni baik seni musik, seni tari, seni teater dll. Salah satu seni yang sering di tampilkan di dunia adalah seni tari tradisional. Di indonesia memiliki berbagai macam jenis tari di setiap daerah di Indonesia. Misalnya tari Gambyong yang berasal dari Jawa Tengah dimana tari ini memiliki gerakan yang lemah gemulai dan di  iringi dengan lagu daerah yang memiliki ritmik santai. Tetapi pada kenyataanya kesenian ini jarang diminati, banyak faktor yang melatar belakangi ketidak sukaan atau minat masyarakat Indonesia seperti kuno atau ketinggalan zaman, sulit dll. Mereka lebih tertarik pada kesenian luar negeri atau dunia barat seperti Dance, Salsa dll. Mereka menggap bahwa tarian-tarian itu lebih menyenangkan dan lebih energik serta lebih modern. Untuk itu banyak anak muda Indonesia lebih memilih kesenian dari luar itu di bandingkan dengan kesenian yang dimiliki oleh negaranya sendiri.


e.       Mata pencaharian
Dari segi pencaharian masyarakat Indonesia kebanyakan bekerja sebagai petani, karena Indonesia merupakan negara yang agraris (sebagian besar wilayah Indonesia merupakan wilayah pertanian). Selain itu masyarakat Indonesia juga bekerja sebagai nelayan karena Indonesia dikelilingi oleh lautan yang luas dan memiliki hasil perikanan yang melimpah. Berbeda jauh dengan mata pencaharian manusia Barat yang kebanyakan dari mereka bekerja di kantor-kantor yang memiliki gedung-gedung besar.
Seiring dengan perkembangan zaman masyarakat Indonesia lebih meminati pekerjaan di kantor dibandingkan dengan bekerja sebagai petani. Semua itu dapat dilihat dari segi industri yang tumbuh dan berkembang di Indonesia, banyaknya pabrik-pabrik dan kantor-kantor besar yang berada di Indonesia. Masyarakat Indonesia beranggapan bahwa dengan bekerja di kantor-kantor besar kehidupan dan kebutuhan mereka akan lebih terjamin dibandingkan dengan bekerja sebagai petani yang harus susah payah bekerja tetapi hasilnya sedikit dan terkadang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
f.       Bahasa
Sudah menjadi anggapan umum bahwa dalam perkembangan suatau peradaban, peranan bahasa pada umumnya sangat dominan, dan khususnya fungsi bahasa tertulis. Dalam Homo Pictus (simbolicus) kode- kode sebagai abstraksi dari realitas atau informasi tentang realitas itu merupakan alat utamanaya. Fungsi bahasa sebagai media komunikasi sedemikian esensial bagi proses pembudidayaan segala sesuatu dalam eksistensinya sebagai makhluk berbudi, sehingga seluruh pembendaharaan kebudayaan bangsa mengendap dalam bahasa. Bahsa sebagai gejala kultural yang utama bukanya semata- mata berfungsi sebagai media komunikasi, tetapi juga menjadi wahana pembudidayaan tiga dimensi kebudayaan diatas. Bahkan di bidang estetika, bahasa dibudidayakan untuk menjadi bentuk ekspresi dari perasaan estetis. Disini perlu disadari benar- benar perlu pembudidayaan bahasa, sehingga alam pikir manusia dapat dijinakkan. Sebab kekeliruan atau kekacauan pikiran serta bahasa akan mengacaukan dan mengaburkan alam pikiran serta gambaran tentang realitas yang dihadapinya.
Indonesia juga memiliki alat komunikasi atau bahasa nasional  yaitu bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia merupakan salah satu dialeg bahasa melayu. Sudah berabad- abad bahasa melayu dipakai sebagai alat penghubung antara penduduk Indonesia yang mempunyai bahsa yang berbeda. Pada tanggal 28 Oktober 1928 dalam kongres pemuda bahsa melayu diubah menjadi bahsa Indonesia yang diikrarkan pada sumpah pemuda sebagai bahasa pemersatu atau bahasa nasional. Dalam era globalisasi sekarang ini, bahasa Indonesia mendapat saingan berat dari bahasa Inggris. Semakin banyak orang Indonesia yang belajar yang menguasai bahas Inggris, yang tentu sajamerupakan hal positif dalam rangka pengembanagan ilmu dan teknologi. Akan tetapi ada gejala semakin mengecilnya perhatian orang terhadap bahsa Indonesia. Tampaknya orang lebih bangga memakai bahasa Inggris dari pada bahasa Indonesia, bahasa Indonesia yang dipakai juga banyak dicampur dengan bahsa Inggris, kekurang pedulian terhadap bahasa Indonesia akan menjadikan tantanagn yang sangat berat dalam pengembangan bahasa Indonesia.
g.      Teknologi dan Peralatan
Budaya zaman dahulu dengan budaya zaman sekarang, sangat berbeda sekali. Untuk melakukan sesuatu pekerjaan kita menggunakan bahan seadanya. Misalnya dari batang kayu, ranting dsb. Tetapi sekarang kita tidak perlu melakukannya, karena pada zaman sekarang teknologi semakin canggih, sehingga kita tidak perlu repot-repot melakukan pekerjaan yang kita anggap berat atau menyusahkan.
Dulu jika kita ingin mengirim surat, kita harus menyiapkan kertas, pulpen, amplop, lem dan perangko. Kemudian kita menulisnya dengan tangan,lalu memasukkannya kedalam amplop dan menuliskan alamat yang dituju yang disertakan perangko. Setelah itu kita pergi ke kantor pos untuk mengirimnya. Agar surat itu sampai ke orang yang kita tuju, harus memakan waktu hingga 3 hari. Beda halnya dengan zaman sekarang, untuk mengirim surat, kita bisa mengirim lewat email dengan memakan waktu beberapa menit saja sampai kepada orang yang kita tuju. Itulah canggihnya teknologi pada abad 21 sekarang ini. Tidak hanya mengirim surat yang menjadi instan, tetapi semuanya yang kita kerjakan pasti dibantu dengan teknologi. Walaupun teknologi sangat membantu kita dalam melakukan apa saja, tetapi banyak sekali negatifnya dalam budaya zaman sekarang:
1.      Budaya zaman dahulu orang-orangnya sangat rajin, tetapi pada saat budaya zaman sekarang orang-orang sangat ketergantungan pada teknologi sehingga menimbulkan rasa malas pada dirinya. Karena mereka beranggapan dengan menggunakan teknologi tidak perlu lagi mengeluarkan tenaga dan pikirannya.
2.      Selain rajin, orang-orang dulu sangat bersosialisasi bertemu dan bergabung dengan lingkungannya. Sekarang untuk bersosialisasi dan bergabung tidak perlu bertemu. Cukup dengan menggunakan teknologi maka bisa bersosialisasi. Ini menyebabkan orang-orang zaman sekarang lebih suka menyendiri dan tidak mau bergabung dengan yang lain (individualisme)
3.      Masalah lapangan pekerjaan. Dengan semakin canggihnya teknologi, semakin sedikit pula lapangan pekerjaan untuk orang-orang karena sudah tergantikan oleh teknologi. Ini berakibatkan menimbulkan kemiskinan yang semakin banyak.

Pengaruh Teknologi Informasi dan Komunikasi Terhadap Budaya Timur.Komunikasi adalah salah satu unsur penting di dalam kehidupan, apa lagi manusia adalah mahluk social. Manusia sekarang sudah semakin mudah dalam berkomunikasi. Ternyata arus informasi ini berdampak besar pada kehidupan kita. Lihat saja kehidupan pemuda sekarang. Dulu, berciuman bibir-ketemu-bibir dapat dikatakan sangat tabu. Seiring perkembangan jaman budaya berciuman bibir-ketemu-bibir, bak kacang kapri yang dapat ditemui di setiap warung, bahkan menjadi makanan favorit mungkin. Sedikit demi sedikit jika kita tidak bisa membentengi diri dengan memperkuat dimensi budaya kita, mungkin budaya kita nilai-nilainya akan tergeser.

Pengaruh Budaya Barat terhadap Budaya Indonesia

Posted by : muhammadsucahyo
Date :Rabu, 11 Februari 2015
With 1 komentar:

KEBUDAYAAN BALI

|
Baca selengkapnya »

A. Bahasa

            Sebagai salahsatu hal terpenting dalam kehidupan bermasyarakat, bahasa merupakan suatu kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari para pelaku kehidupan. Begitu juga dengan masyarakat di Bali. Masih menjunjung tinggi kebudayaan asli, masyarakat disana masih menggunakan bahasa Bali pada kesehariannya. Keberadaan bahasa Bali memiliki variasi yang cukup rumit karena adanya sor-singgih yang ditentukan oleh pembicara, lawan bicara, dan hal-hal yang dibicarakan. Secara umum, variasi bahasa Bali dapat dibedakan atas variasi temporal, regional, dan sosial. Dimensi temporal bahasa bali memberikan indikasi kesejarahan dan perkembangan bahasanya meski dalam arti yang sangat terbatas. Secara temporal bahasa Bali dibedakan atas bahasa bali Kuno yang sering disebut deengan bahasa Bali Mula atau Bali Aga, bahasa Bali Tengahan atau Kawi Bali, dan bahasa Bali Keparayang sering disebut Bali Baru atau bahasa Bali Modern. Secara regional, bahasa Bali dibedakan atas dua dialek, yaitu dialek Bali Aga (dialek pegunungan) dan dialek Bali Dataran (dialek umum, lumrah) yang masing-masing memiliki ciri subdialek tersendiri. Berdasarkan dimensi sosial, bahasa Bali mengenai adanya sistem sor-singgih atau tingkat tutur bahasa Bali yang erat kaitannya dengan sejarah perkembangan masyarakat Bali yang mengenal sistem wangsa (warna), yang dibedakan atas golongan triwangsa (Brahmana, Ksatriya, Wesia) dan golongan Jaba atauSudra (orang kebanyakan). Berdasarkan strata sosial ini, bahasa Bali menyajikan sejarah tersendiri tentang tingkat tutur kata dalam lapisan masyarakat tradisional di Bali. Di sisi lain, dalam perkembangan masyarakat bali pada zaman modern ini terbentuklah elite baru yang termasuk kelas kata yang tidak lagi terlalu memperhitungkan kasta. Elite baru (golongan pejabat, orang kaya) selalu disegani dan dihormati oleh golongan bawah dan ini tercermin pula dalam pemakaian bahasanya. Bahasa Bali juga digunakan selain di Bali, juga di Mataram bagian barat dan Jawa bagian Timur seperti Banyuwangi.

B. Sistem Pengetahuan

            Masyarakat bali sudah dapat dikatakan maju dalam bidang pengetahuan. Arif memanfaatkan sumber daya sumber daya yang ada, menjadikan masyarakat Bali jauh lebih bijak dan kreativ dalam pengolahan sumberdayanya melalui pengetahuan. Salah satu bukti nyata majunya pengetahuan masyarakat di Pulau Bali dapat dilihat pada sistem persawahan yang ada di sekitar pedesaan di Bali. Tercatat sejak abad ke – 11 semua petani yang lahannya diairi oleh saluran irigasi yang sama menjadi satu kelompok kerja irigasi atau termasuk dalam satu Subak. Merupakan sebuah lembaga adat yang mengatur pembangunan dan pemeliharaan bangunan pengairan, suplai air irigasi yang didistribusikan secara adil, merata sehingga tidak pernah ada perselisihan dalam pembagian irigasi air. Selain pengaturan irigasi air, subak juga mengatur penanaman benih dan pemindahan benih sampai benih siap untuk ditanam secara optimal. Secara tradisi, kepala subak memiliki sawah yang terletak dipaling bawah, sehingga air irigasi mengalir terlebih dahulu ke sawah lain baru ke sawah kepala Subak. Untuk menjaga keharmonisan dalam Subak, segala sesuatu kegiatan yang akan dilaksanakan harus melalui sistem perizinan serta penyerahan persembahan. Subak membuktikan kemajuan pengetahuan masyarakat Bali dengan manfaat, untuk kelancaran air sehingga terhindar dari erosi, menghindari hama Nilaparphata ligens, menjamin sumber daya air tidak terkontaminasi racun, kalender kegiatan pertanian diseragamkan, efisien penggunaan sumberdaya alam, memutus hama, dan integrasi kebudayaan.

C. Organisasi Sosial

            Dasar-dasar pokok sistem sosial kemasyarakatan orang Bali menurut Geria (2000:63) bertumpu pada empat landasan utama, yaitu kekerabatan, wilayah, agraris, dan kepentingan khusus. Ikatan kekerabatan telah membentuk sistem kekerabatan dan kelompok-kelompok kekerabatan. Sistem kekerabatan masyarakat Bali umumya berlandaskan prinsip patrilineal. Kelompok-kelompok kekerabatan merentang dari unit terkecil, yaitu keluarga inti, meluas ke unit menengah keluarga luas, sampai dengan klan patrilineal. Ikatan kesatuan wilayah terwujud dalam bentuk komunitas desa adat dengan sub-sistemnya banjar-banjar. Dalam bidang kehidupan agraris berkembang organisasi subak. Selanjutnya, dalam ikatan kelompok-kelompok kepentingan khusus terwujud sebagai organisasi seka (organisasi kepemudaan yang lebih condong ke pemahaman kehinduan dan keagamaan).

D. Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi

            Selain menunjukan kemajuan dalam bidang pengetahuan, Subak dalam peradaban Bali juga menunjukan sebuah kemajuan teknologi yang sudah maju. Terbukti struktur pembuatan terasering di sawah Bali sangat tertata rapi, sistematis. Juga tercermin dalam pengaturan tata letak ruang dan bangunan, yang dimulai dari gapura, lalu paling depan ada pura, hingga ke rumah utama serta ruangan ruangan lain yang memiliki simbol dan filosofi sendiri. Sistem peralatan hidup di Bali juga tercermin dari penemuan peninggalan gerabah Arikamedu dari India. Yang dapat dikatakan bahwa sistem peralatan hidup di Bali sudah modern.

E. Sistem Mata Pencaharian

            Berdasarkan temuan prasasti yang diperoleh dari peninggalan zaman kerajaan Hindu Bali Kuna, dijelaskan dalam prasasti tersebut bahwa masyarakat Bali kuna bermata pencaharian sebagai petani atau bercocok tanam. Prasasti dari raja Marakata diungkapkan istilah amabaki (buka tanah), mluku (membajak), atanem (menanam padi), amantum(menyiangi), ahani (menuai), anutu (menumbuk). Walaupun konsep tatanan sumber mata pencaharian masyarakat Bali saat ini sudah jauh berkembang meskipun tidak meninggalkan konteks pertanian. Misal di Bedugul Kabupaten Tabanan, warga disana bercocok tanam, bukan hanya padi tapi juga sayur mayur, bunga, buah serta beternak sapi dan babi. Di dataran rendah seperti di dekat laut Kuta, Seminyak, Jembrana masyarakatnya juga menjadi nelayan. Lalu Ubud di Kabupaten Gianyar sebagai pusat kerajinan dan peristirahatan masyarakatnya mengandalkan sektor pariwisata yakni menjual souvenir handycraft, membuka penginapan. Di Kabupaten Klungkung menjadi coach diving, usaha spa hotel rumah makan serta pengusaha pariwisata lain terletak di Kabupaten Badung.

F. Sistem Religi

            Masyarakat Pulau Bali sudah sejak dulu terkenal sebagai penganut agama Hindu. Konsep ini sudah ada sejak turun temurun nenek moyang masyarakat Bali. Pokok ajaran Hindu adalah ketercapaian keseimbangan dan kedamaian hidup secara lahir batin. Konsep Ketuhanan Hindu mempercayai Tuhan dalam 3 wujud atau TRIMURTI yakni Brahmana, Wisnu, Siwa. Selain itu Hindu menganggap hal penting yaitu Atman : roh yang abadi, Karmapala : buah dari setiap perbuatan, Purnabawa : kelahiran kembali jiwa. Tempat ibadah agama Hindu disebut pura. Masing masing pura memiliki sifat sendiri. Pura Besakih sifatnya umum untuk semua golonga, Pura Desa (kayangan tiga) khusus untuk kelompok sosial setempat, Sanggah khusus untuk leluhur. Tiap kawasan di Bali pasti memiliki Pura. Dan tentunya masing masing Pura memiliki makna filosofi sendiri. Juga perayaan tiap Pura berbeda sesuai tanggalan kalender Hindu – Jawa :


1) Tanggal Hindu
Tanggalan Hindu–Bali terdiri atas 12 bulan yang lamanya 355 hari. Sistem perhitungan dengan sistem Hindu disebut Syuklapaksa. Tahun baru Saka (Nyepi) jatuh pada tanggal satu bulan kesepuluh.

2) Tanggal Jawa–Bali
Tanggalan Jawa–Bali terdiri atas 30 wuku. Tiap wuku terdiri atas tujuh hari. Perayaan yang didasarkan atas perhitungan penanggalan Jawa-Bali misalnya hari raya Galungan dan Kuningan. Selain itu juga digunakan untuk upacara-upacara sebagai berikut.
a) Manusia yadnya, adalah upacara siklus hidup masa anak-anak sampai dewasa.
b) Dewa yadnya, adalah upacara pada kuil-kuil umum dan keluarga.
c) Resi yadnya, adalah upacara pentahbisan pendeta (mediksa).
d) Buta yadnya, adalah upacara untuk kala dan buta yaitu roh-roh penunggu.

G. Kesenian


            Sudah sangat mendunia bahwa Bali merupakan suatu kawasan yang tidak salah jika dikatakan lengkap. Berisi keragaman hayati, panorama yang memukau mata dunia, kearifan budaya lokal, serta tentu kesenian yang juga sudah diakui mata internasional. Berbicara kesenian Bali tidak akan pernah ada habisnya, karena banyak kesenian yang ada dimodifikasi oleh seniman seniman lokal Bali yang menambah ragam kesenian asli Bali. Seni lukis, seni pahat, seni gerabah, seni musik, seni tari. Pelukis ada Wayan Asta, Nyoman Daging, Gusti Ngurah Kwanji. Seni tari dari Bali yang sudah mendunia diantaranya tari Pendet oleh I Wayan Rindi pada 1967, tari Marga Pati oleh Nyoman Kaler pada 1942, tari Trunajaya oleh I Gede Manik. Serta tari Barong yang semua orang pasti sudah tau, menceritakan tentang kekuatan baik dan buruk yang disimbolkan dengan hewan hewan hutan.

KEBUDAYAAN BALI

Posted by : muhammadsucahyo
Date :
With 1 komentar:

UNSUR KEBUDAYAAN ACEH

|
Baca selengkapnya »

A.    Bahasa
Aceh merupakan salah satu provinsi yang ada di Indonesia dan luas wilayahnyapun tidak terlalu besar juga, namun demikian provinsi aceh memiliki beragam bahasa kebudayaan. Bahasa kebudayaan di provinsi aceh akan kita bahas sebagai berikut ini.
1.      Bahasa Alas
Orang Alas berasal dari kabupaten Aceh Tenggara yang disebut Tanah Alas. Kata “alas” sendiri dalam bahas Gayo berarti “tikar”, dan nama ini ada hubungannya dengan keadaan wilayah pemukiman orang Alas yang terbentang luas seperti tikar terkembang di sela-sela Bukit Barisan. Jumlah penduduknya diperkirakan sekitar 90.000 jiwa lebih.
          Sebagai alat komunikasi sehari-hari orang Alas menggunakan bahasa sendiri, yaitu bahasa Alas. Penggunaan bahasa ini dibedakan atas beberapa dialek, seperti dialek Hulu, dialek Tengah, dan dialek Hilir. Dengan demikian orang Alas dibedakan berdasarkan penggunaan dialek bahasa tersebut.
halus        
  Sedang
  kasar
         indonesia  
Medaun  
mangan 
numbai
Makan
batang ruang
Bilek
kasmedun       
Kamar
nadingken
Mate
manggil          
Mati
metempat
Kawin
mijudu
berumah tangga


2.      Bahasa Aneuk Jamee
Sukubangsa Anak Jamek atau Aneuk Jamee di kecamatan Samadua dan Manggeng, Kabupaten Aceh Selatan. Jumlah populasinya diperkirakan sekitar 14.000 jiwa. Aneuk Jamee dalam bahasa Aceh secara harfiah berarti “anak tamu” atau pendatang.
          Dilihat dari segi bahasa, kosa kata bahasa Aneuk Jamee yang berasal dari bahasa Minangkabau lebih dominasi daripada kosa kata bahasa Aceh. Penggunaan bahasa Aneuk Jamee dibedakan atas beberapa dialek, antara lain dialek samadua dan dialek Tapak Tuan.
Pengucapan dalam bahasa jamee :
“ Ambo kinin tangah sakola “
keterangannya: Ambo (saya) kinin (kini/sekarang) tangah(sedang) sakola (sekolah).
3.      Bahasa Gayo
Orang Gayo berdiam di Kabupaten aceh Tengah, sebagian lain di Kabupaten Aceh Tenggara dan Aceh Timur, terutama di sekitar Danau Laut Tawar. Tempat bermukim orang Gayo disebut tanoh Gayo (Tanah gayo). Diperkirakan jumlah orang Gayo seluruhnya sekitar 120.000 jiwa.
Bahasa Gayo digunakan dalam percakapan sehari-hari. Penggunaan bahasa gayo dibedakan atas beberapa dialek, seperti dialek Gayo Laut yang terbagi lagi menjadi sub-dialek Lut dan Deret, dan dialek Gayo Luwes yang meliputi sub-dialek Luwes, Kalul, dan Serbejadi.
4.      Bahasa Simeuleu
Sukubangsa ini mendiami Pulau Simeuleudi Kabupaten Aceh Barat. Jumlah penduduknya sekarang diperkirakan sekitar 60.000 jiwa. Pulau ini dikenal pula dengan  nama pulau Ue atau pulau kelapa, karena daerah ini banyak-banyak menghasilkan kelapa. Nama Simeuleu dalam bahasa Aceh berarti “cantik”. Pulau Simeuleu dikenal dengan nama Simalur dan Simalul.
5.      Bahasa Tamiang
Orang Tamiang mendiami beberapa kecamatan di Kabupaten Aceh Timur, yang dahulu merupakan wilayah administratif Kawedanan Tamiang. Diperkirakan  saat ini orang tamiang berjumlah sekitar 125.000  jiwa lebih.
Orang Tamiang memiliki bahasa sendiri, yaitu bahasa Tamiang, yang kebanyakan kosa katanya mirip dengan bahasa melayu. Bahkan ada yang mengatakan, bahwa bahasa Tamiang merupakan salah satu dialek dari bahasa Melayu. Bahasa Tamiang ditandai oleh mengucapkan huruf R menjadi Gh, misalnya kata “orang” dibaca menjadi oghang. Sementara itu huruf Tsering C, misalnya kata “tiada”dibaca “ciade”.
6.      Bahasa Gumbak Cadek
Sukubangsa ini dikenal pula dengan nama orang Muslim Gunung Kong atau Orang Cumbok. Dalam pergaulan sehari-hari orang Gumbak Cadek menggunakan suatu bahasa yang merupakan gabungan dialek Aceh Gayo.

B.     Sistem Teknologi dan Peralatan
Orang Aceh terkenal sebagai prajuri-prajurit tangguh penentang penjajah, dengan bersenjatakan rencong, ruduh (kelewang), keumeurah paneuk (bedil berlaras pendek), peudang (pedang), dan tameung (tameng). Senjata-senjata tersebut umumnya dibuat sendiri.
Sampai sekarang modernisasi dalam bidang teknologi banyak kelihatan, terutama pada masyarakat yang tinnggl di pedalaman. Namun demikian, akhir akhir ini telah mulai ada reaksi terhadap anjuran anjuran pemerintah untuk menggunakan teknologi modern dalam hal pertanian, seperti pupuk buatan, penyemprotan hama dan lain sebagainya.
Mereka juga memiliki pabrik pabrik perinduustrian yang di dunakan untuk mengolah hasil hasil perkebunan mereka seperti hasil perkebunan kelapa sawit, tebu, tembakau, karet dan lain sebaginya sehingga dapat dikatakkan bahwa teknologi yang mereka miliki saat ini tidak kalah dengan daerah daerah yang lain bahkan juga bisa dikatakan lebih maju dari daerah daerah yang lain.
Dengan singkat, potensi untuk pembangunan daerah orang aceh, yang untuk sementara terletak dalam sektor pertanian, cukup ada. Sedangkan untuk sektor sektor peruamahan penduduk atau pembangunan itu perlu ditingkatkan.


C.    Sistem Mata Pencaharian (perekonomian)
Sejak zaman dahulu provinsi Nanggroe Aceh Darusalam merupakan salah satu provinsi terkaya di indonesia. Kesuburan tanahnya telah menghasilkan berbagai komudotas pertanian unggulan. Misalnya, padi sayur sayuran dan buah buahan. Bahkan kabupaten aceh utara telah menjadi lumbung padi di provinsi tersebut.
1.      Bercocok Tanam
Sehingga dengan demikian kebanyakan orang orang Aceh umumnya hidup sebagai petani. Sektor perkebunan memberi hasil yang melimpah. Hasil perkebunan tersebut diantaranya tembakau, kelapa sawit, kopi, karet, kapuk, lada, tebu, tembakau, nilam, kcang mede dan pinang. Daerah perkebunan utamanya terdapat di daerah kebupaten aceh timur. Dikabupaten ini pula dikembangkan industri indutri perkebunan.
2.      Peternakan Sapi dan Kerbau
Peternakan sapi dan kerbau banyak dilakukan penduduk di Aceh. Hampir setiap rumah penduduk kelihatanya memiliki sapi maupun kebau. Kebanyakan dari peternak peternak itu mempunyai tugas khusus untuk menarik bajak, sedangkan funsi lainya adalah sekedar untuk desembelih maupun dijual.
3.      Berdagang.
Perdagangan merupakan aktivitas terpentig masyarakat aceh. Yang menjadi objek perdagangan adalah hasil sawah yang berupa padi dan binatang  ternak seperti sapi dan kerbau. Dari penjualan padi itu mereka belikan bermacam macam kebutuhan lain. Bagi yang mempunyai hasil ladang, hasilnya itu mereka jadikan sebagai alat untuk menambah ppenghasilan. Mata uang boleh dikatakan telah mereka kenall sejak dulu. Pada ssaat ini mereka tellah dapat mempergunakan bank sebagai tempat penyimpanan uang dan telah mengenal sistem pembayaran dengan menggunakan cek.
4.      Perindustri
Perindustrian juga sudah sejak lama dibangun di Aceh. Industri pupuk juga telah lama berkembang dan sekarang menjadi salah satu indtri terbesar di Aceh. Pupuk yang dihasilkan itu seperti pupuk AAF dan PIM. Selain itu, terdapat pula ribuan indutri rumah tangga. Dikabupaten aceh timur terdapat beberapa kawasa indutri. Industri yang dikembangkan antara lain indutri kayu lapis, pabrik lem, pabrik kertas, pabrik minyak kelapa sawit dan pengolahan hasil bumi lainya.
5.      Nelayan
Diprovinsi ini juga ada kawasan perairan yang kaya akan sumber daya ikan. Sepanjang pantai timur, pantai uutara dan pantai barat merupakan perairan potensial untuk wilayah perikanan. Hasil hasil perikanannya berupa ikan air laut, ikan air tawar dan udang. Sehingga sebagian dari mereka juga bermata pencaharian sebagi nelayan.
Kekayaan provinsi nanggroe aceh darusalam tidak terlepas dari kandungan bahan mineral yang terdapat di provinsi ini. Minyak mentah, gas alam cair, emas dan perak merupakan kekayaan bumi nanggroe aceh darusalam. Gas alam cair ditemukan dikabupaten aceh utara tepatnya di Arun Lhokseumawe. Gas alam cair ini telah diolah oleh PT Arun LNG. Industri pengolahan gas alam cair ini telah berlangsung sejak 1974.

D.    Sistem Organisasi Sosial
1.      Sistem Kekerabatan
Dalam sistem kekerabatan, bentuk kekerabatan yang terpenting adalah keluarga inti dengan prinsip keturunan bilateral. Adat menetap sesudah menikah bersifat matrilokal, yaitu tinggal di rumah orangtua istri selama beberapa waktu. Sedangkan anak merupakan tanggung jawab ayah sepenuhnya.
Dalam sistem kekerabatan tampaknya terdapat kombinasi antara budaya Minangkabau dan Aceh. Garis keturunan diperhitungkan berdasarkan prinsip bilateral, sedangkan adat menetap sesudah nikah adalah uxorilikal (tinggal dalam lingkungan keluarga pihak wanita). Kerabat pihak  ayah mempunyai kedudukan yang kuat dalam hal pewarisan dan perwalian, sedangkan ninik mamak berasal dari kerabat pihak ibu. Kelompok kekerabatan yang terkecil adalah keluarga inti yang disebut rumah tangga. Ayah berperan sebagai kepala keluarga yang mempunyai kewajiban memenuhi kebutuhan keluarganya. Tanggung jawab seorang ibu yang utama adalah mengasuh anak dan mengatur rumah tangga.
2.      Sistem Pelapisan Sosial
Pada masa lalu masyarakat Aceh mengenal beberapa lapisan sosial. Di antaranya ada empat golongan masyarakat, yaitu golongan Keluarga Sultan, Golongan Uleebalang, Golongan Ulama, dan Golongan Rakyat Biasa. Golongan keluarga sultan merupakan keturunan bekas sultan-sultan yang pernah berkuasa. Panggilan yang lazim untuk keturunan sultan ini adalah ampon untuk laki-laki, dan cut untuk perempuan. Golongan uleebalang adalah orang-orang keturunan bawahan para sultan yang menguasai daerah-daerah kecil di bawah kerajaan. Biasanya mereka bergelar Teuku. Sedangkan para ulama atau pemuka agama lazim disebut Teungku atau Tengku.
Pada masa masyarakat Tamiang dikenal penggolongan masyarakat atas tiga lapisan sosial, yakni ughang bangsawan, ughang patoot, dan ughang bepake. Golongan pertama terdiri atas raja beserta keturunannya. yang menggunakan gelar Tengku untuk laki-laki dan Wan untuk perempuan; golongan kedua adalah orang­orang yang memperoleh hak dan kekuasaan tertentu dari raja, yang memperoleh gelar Orang (Kaya); dan golongan ketiga merupakan golongan orang kebanyakan.
3.      Sistem Kemasyarakatan
Bentuk kesatuan hidup setempat yang terkecil disebut gampong (kampung atau desa) yang dikepalai oleh seorang geucik atau kecik. Dalam setiap gampong ada sebuah meunasah (madrasah) yang dipimpin seorang imeum meunasah. Kumpulan dari beberapa gampong disebut mukim yang dipimpin oleh seorang uleebalang, yaitu para panglima yang berjasa kepada sultan. Kehidupan sosial dan keagamaan di setiap gampong dipimpin oleh pemuka-pemuka adat dan agama, seperti imeum meunasah, teungku khatib, tengku bile, dan tuha peut (penasehat adat).

E.     Sistem Pengetahuan dan Pendidikan
Suku Aceh memiliki sistem pengetahuan yang mencangkup tentang fauna, flora, bagian tubuh manusia, gejala alam, dan waktu. Mereka mengetahui dan memiliki pengetahuan itu dari dukun dan orang tua adat.
Pendidikan agama di aceh merupakan pendidikan yang universal bagi setiap anak sejak umur 7 tahun. Pertama mengikuti pendidikan di meunasah (madrasah). Setelah di Maadrasah merka melanjutkan di pesantren sampai berumur 15 tahun keatas.
Disamping pendidikan agama disediakan juga pendidikan umum, yang dimaksudkan pendidikan yang berada dibawah pengawasan departemen pendidikan dan kebudayaan. Pendidikan umum sudah ada sejak jaman belanda dan lebih meningkat sejak kemerdekaan indonesia. Sejak itu di Aceh setiap mukim didirikan sebuah sekolah dasar sedangkan disetiapp kecamatan didirikan sekolah menengah pertama, kemudia sejak tahun 1957 di dirikan sekolah menengah atas dikabupaten kabupaten. Sedangkan untuk melanjutkan ketingkat yang lebih tinggi (perguruan tinggi) kebanyakan dari mereka pergi ke Jawa. Sebagian yang lain melanjutkan di Unversitas Sjah Wuala yang berdiri dari tahun 1959.

F.     Sistem Religi
Aceh termasuk salah satu daerah yang paling awal menerima agama Islam. Oleh sebab itu propinsi ini dikenal dengan sebutan "Serambi Mekah", maksudnya "pintu gerbang" yang paling dekat antara Indonesia dengan tempat dari mana agama tersebut berasal. Agama islam lebih menonjol dalam segala bentuk dan manivestasi di dalam masyarakat, biarpun pengaruh adat tidak hilang sama sekali. Pengaruh agama terhadpa kehidupan masyarakat sangat berhubungan dengan kerohanian dan kepribadian seseorang yang mempengaruhi sifat kekeluargaan seperti pernikahan, harta waris, dan kematian. Dengan berlakunya syariah islam di Aceh, maka seluruh pelanggaran antara orang-orang maupun golongan lebih banyak diputuskan berdasarkan hukum islam.
Walaupun orang Aceh hampir semuanya beragama islam namun terdapat juga gereja di Aceh. Gereja-gereja ini umumnya didirikan oleh Belanda dan sedikit adanya gereja-gereja baru. Catatan resmi tentang jumlah gereja di Aceh tidak ada. Kecuali catatan tahun 1954 yang menyatakan jumlah gereja di Aceh 36 buah.


G.    Kesenian
Wilayah Aceh kaya akan tradisi dan budaya. Lagu daerahnya yaitu “Piso Suri” Bungong Jeumpa”. Tarian dari daerah ini antara lain tari Seudati, tari Saman, tari Meusekat, tari Ular-Ular , tari Guel Randai. Tari Seudati merupakan tari yang paling terkenal, bahkan ke mancanegara. Tari ini dimainkan oleh beberapa orang. Keunikan tarian ini yaitu ketangkasan, kecepatan, dan kekompakan para penarinya.
Seni hias khas Aceh yaitu bentuk pilin berganda. Seni hias ini biasa digunakan pada ukiran kain tenun. Bentuk pilin berganda terdiri atas susunan lima huruf. Senjata tradisionalnya yaitu Rencong. Pegangan rencong biasanya terbuat dari besi yang bertulisan ayat-ayat Alquran. Selain rencong, terdapat pula kesenian tradisional lainnya, yaitu Pedang Daun tebu (digunakan oleh panglima perang) dan Rendeuh (digunakan prajurit).

Rumah adat daerah aceh adalah rumoh aceh. Rumoh aceh inii berbentuk Rumah Panggung yang terbuat dari kayu meranti. Rumoh aceh terdiri atas tiga serambi yaitu Seuramoe keu (Serambi deoan), rumah inong (serambi tengah), dan seuramoe likot (serambi belakang). Selain itu, terdapat pula rumah adat untuk menyimpan padi (lumbubg padi), yaitu krong pade atau berandang. Selain itu, ada juga makanan khas. Makanan kas tersebut antara lain gulai, timpan, daging masak pedas, dan masak udang cumi.

UNSUR KEBUDAYAAN ACEH

Posted by : muhammadsucahyo
Date :
With 1 komentar:

CONTOH HASIL STORYBIRD (TUGAS ICT)

| Minggu, 06 Juli 2014
Baca selengkapnya »
Murni Karya 

Muhammad Sucahyo
A510120235

Mahasiswa PGSD FKIP
Universitas Muhammadiyah Surakarta





















CONTOH HASIL STORYBIRD (TUGAS ICT)

Posted by : muhammadsucahyo
Date :Minggu, 06 Juli 2014
With 0komentar
Tag :

PPT Berbagai pekerjaan (Tugas ICT)

| Sabtu, 05 Juli 2014
Baca selengkapnya »



Ini dia PPT Berbagai Pekerjaan, semoga bermanfaat





Karya 

Muhammad Sucahyo
A510120235

PPT Berbagai pekerjaan (Tugas ICT)

Posted by : muhammadsucahyo
Date :Sabtu, 05 Juli 2014
With 0komentar
Tag :

Pengertian Storybird (Tugas ICT)

|
Baca selengkapnya »


Storybird adalah sebuah situs untuk membaca, menulis, dan berbagi cerita digital. Dengan Storybird, Guru dapat membantu siswa melancarkan keterampilan menulis!
Menulis dalam Storybird terasa menyenangkan dengan fitur-fitur yang mudah dan sederhana. Guru dan siswa dapat memilih gambar untuk dijadikan sumber inspirasi karya tulis, lalu, tulisan hasil karya siswa dapat dibaca dan diberi umpan balik oleh guru atau sesama siswa.
Namun sayangnya fasillitas sorybird ini memiliki kelemahan, salah satunya adalah tidak ada aplikasi yang digunakan  untuk langsung mencetak atau mengelurkan cerita dari dalam websait. kalau mau mengelurakan atau mengambil cerita harus menggunakan aplikasi tambahan seperti photoscape atau yang lainnya.


Oleh :
Muhammad Sucahyo
A510120235

Pengertian Storybird (Tugas ICT)

Posted by : muhammadsucahyo
Date :
With 0komentar
Tag :

Video Motivasi

| Selasa, 01 Juli 2014
Baca selengkapnya »


video ini bukan karya sayaaaa
tapi semoga bermanfaat bagi saudara saudara ku....







Oleh 
Muhammad Sucahyo
A510120235



Video Motivasi

Posted by : muhammadsucahyo
Date :Selasa, 01 Juli 2014
With 0komentar
Next Prev
▲Top▲