Newest Post

ANALISIS RELEVANSI KD, INDIKATOR, TUJUAN PEMBELAJARAN DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

| Sabtu, 06 Juni 2015
Baca selengkapnya »

TEMA 4, SUPTEMA 2. BARANG DAN JASA.
KELAS 4
Tugas  ini disusun guna memenuhi tugas akhir mata kuliah Kajian Kurikulum PKn
Dosen Pengampu: Risminawati, M.Pd



Disusun Oleh :
Muhammad Sucahyo            (A510120235)



PROGRAM S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2014





KATA PENGANTAR

Alkhamdulillah hirobil alamin, puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas Analisis relevansi KD, Indikator, tujuan pembelajaran dan kegiatan pembelajaran ini dengan sebaik mungkin. Mulai dari pencarian data sampai dengan penyelesaian tugas ini, penulis telah banyak mendapatkan bantuan-bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada:
1.             Bapak Dr. Samino, M.M., selaku Kepala Program Studi PGSD.
2.             Ibu Risminawati, SH. M.Pd  selaku Dosen mata kuliah Kajian Kurikulum PKn.
3.             Bapak dan Ibu orang tua yang telah memberikan dorongan dan doa restu, baik moral maupun material selama penulis menuntut ilmu.
4.             Teman-teman seperjuangan kelas VI F yang saling memberikan semangat.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan Rahmat dan Karunia-Nya kepada semua pihak yang telah memberikan segala bantuan tersebut di atas. Tugas  ini tentu saja masih jauh dari sempurna, sehingga penulis dengan senang hati menerima kritik dan saran demi perbaikan. Akhirnya semoga laporan ini bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan penulis sendiri pada khususnya.


Surakarta,        Juli  2014









BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latarbelakang Masalah
Suatu negara dapat dikategarikan sebagai negara yang baik dan maju juga dilihat dari sudut pandang pendidikan. Apabila sistem pendidikanya baik maka besar kemungkinanya negara tersebut baik pula sistem pemerintahan, sistem perekonomianya dan lain sebgaianya.
Pendidikan di Indonesia dari tahun ke tahun selalu ada upaya untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikannya. Berbagai uapaya dari pemerintah telah dilakukan demi hal tersebut, mulai dari peningkatan kesejahteraan guru, peningkatan sarana dan prasarana, perubahan kurikulum dan lain sebagainya.
Sekarang ini kita menggunakan kurikulum 2013, dimana pada kurikulum ini buku pegangan wajib untuk guru dan siswa sudah disediakan oleh pihak pemerintah. Sedangkan guru tinggal membuat RPP dan menambah reverensi dari buku lain yang sekiranya mendukung materi yang sudah tersediyaa dalam buku guru dan buku siswa.
Pada pendidikan di indonesia ini buku dapat dikategorikan sebagai sumber belajar utama bagi para siswa. Oleh karena itu penyempurnaan dan penyelesaian buku juga harus terus menerus dilakukan oleh para guru demi kemajuan pendidikan di indonesia. Buku yang sesuai dengan siswa tentu akan menjadikan siswa mudah memaham dengan materi yang akan diajarkan sehingga siswa akan berkembang dengan pesat terkait dengan pembelajaran.
Kesesuaian buku dengan siswa ditinjau dari berbagai sudut pandang seperti luas dan dalamnya materi yang dikaji, bahasa yang digunakan serta gambar penjelas, tabel  atau bagan peta konsep dan yang paling penting kesesuaian KD, indikator, tujuan pembelaran dan kegiatan pembelajaran pada buku guru.
Sehingga dengan demikian kesesuaian menjadi hal yang wajib ada dalam sebuah buku. Apabila buku yang digunakan tidak sesuai maka kualitas dan mutu pendidikan akan sangat sulit untuk ditingkatkan dan negara kita akan tetap dibawah negara negara maju.


B.     Rumusan Masalah
1.      Adakah relevansi antara KD, Indikator, tujuan pembelaran dan kegiatan pembelajaran yang ada didalam buku guru?

C.    Tujuan
1.      Adakah relevansi antara KD, Indikator, tujuan pembelaran dan kegiatan pembelajaran yang ada didalam buku guru?




































BAB II
PEMBAHASAN


Tema              : 5. Berbagai Pekerjaan.
Subtema         : 2. Barang dan Jasa.
Kelas               : 4 Sekolah Dasar.

PEMBELAJARAN 3.
Kompetensi Dasar PPKn
3.2  Memahami hak dan kewajiban sebagai warga dalam kehidupan sehari hari di rumah, sekolah dan masyarakat.
4.2  Melaksanakan kewajiban sebagai warga di lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat.

Indikator PPKn
3.2.1 Memberikan ide tentang cara cara penananggulangan bencana alam (banjir)

Tujuan Pembelajaran
1.      Dengan mengamati contoh, siswa mampu mempraktekkan latihan kelenturan dengan benar
2.      Dengan menganalisa bacaan peristiwa alam, siswa mampu mencontohkan salah satu peristiwa alam
3.      Dengan mengamati contoh cara membuat map buku, siswa mampu membuat map buku dari barang bekas
4.      Setelah membaca teks dan berdiskusi, siswa mampu memberikan ide tentang cara pengangulangan peristiwa alam

Kegiatan Pembelajaran
1.      Siswa melakukan kegiatan olahraga tentang latihan daya tahan, kekuatan, dan laihan kelenturan.
2.      Siswa berdiskusi untuk mengambil kesimpulan tentang tugas dari seorang guru mengenai jenis pekerjaan.
3.      Siswa membuat peta pemikiran dari teks bacaan tentang banjir jakarta
4.      Siswa berkreasi membuat map buku dari majalah atau koran bekas.

Analisis relevansi Kompetensi dasar dan Indikator
a.      Isi kompetensi dasar dan indikator
Dari hasil analisis yang kami lakukan mengenai Kometensi dasar dan indikator yang kami tulis diatas yang berasal dari dalam buku guru, kita dapatkan kesesuaian antara Kompetensi dasar dengan indikator yang ada. Dimana indikator yang ada dalam buku guru sudah mengacu pada perumusan indikator yang benar, yaitu:
1.      Dirumuskan dengan kalimat yang simpel, jelas dan mudah dipahami.
2.      Menggunakan bahasa indonesia yang baik
3.      Tidak menggunakan kata kerja yang bermakna ganda
4.      Hanya mengandung satu tidakan
5.      Menggunakan kata kerja operasional (KKO) yang ada dalam indikator tersebut adalah memberikan ide (memikirkan)
Antara Kompetensi dasar dengan Indikator kami mengatakan ada kesesuaian dengan alasan, bahwa indikator yang terdapat pada buku guru memuat materi mengenai kewarganegaraan sendiri yang dapat dikembangkan materinya oleh guru yang mengajar tersebut. Materi yang ada di dalam indikator berfokus pada lingkungan masyarakat, yaitu mengenai cara cara yang dapat dilakukan untuk penanggulanagn bencana alam.
Sehingga nanti ketika pembelajaran guru dapat menjabarkan sampai dengan keiatan egiatan yang ada dalam masyarakat sepperti gotong royong, penanaman bibit dan lain sebagainya. Tidak hanya sampai disini dari sudut pandang penggunaan bahasa, bahasa yang digunakan dalam KD maupun indikator cukup sederhana. Sehingga memudahkan guru dalam memahami.

b.      Tujuan Pembelajaran.
Tujuan pembelajaran dalam kurikulum 2013 harus sesuai dengan materi yang akan  disampaikan. tujuan pembelajaran juga harus memuat format A, B, C, D (Audience, Behaviour, Condition, dan Degree). Pada tujuan pembelajaran 3, suptema 2, tema 4 ini seudah memuat Audience, Behaviour, Condition, dan Degree. Audiencenya adalah siswa itu sendiri yang mellakukan kegiatan pembelajaran. Berhaviournya yaitu perilaku spesifik yang akan muncul oleh orang yang belajar. Dalam pembelajaran ini adalah mengamati, menceritakan, mengidentifikasi dan menalar. Conditionnya yaitu dapat menggali informasi dengan benar dengan menggunakan pendekatan saintifik. Degreenya yaitu siswa memiliki sikap percaya diri, cermat, tanggung jawab dan percaya diri.

c.       Kegiatan pembelajaran.
Kegiatan pembelajaran yang benar adalah kegiatan pembelajaran mengacu pada indikator dan tujuan pembelajaran. Pada kegiatan pembelajaran 3 yang sudah disebutkan diatas ini sudah sesuai dengan indikator dan tujuan pembelajaran yang di inginkan.
Alasan kami mengatakan sesuai karena dalam kegiatan pembelajaran siswa membuat peta pemikiran dari teks bacaan tentang banjir di jakarta itu sesuai dengan tujuan pembelajaran itu sendiri yaitu Setelah membaca teks dan berdiskusi, siswa mampu memberikan ide tentang cara pengangulangan peristiwa alam dengan indikato memberikan ide tentang cara cara penanggulangan bencana alam (banjir).
Dalam kegiatan pembelajaran ini sudah terdapat pendekatan saintifik yaitu mengumpulkan informasi, menalar, mengamati banjir yang ada di Jakarta, dan Mengkomunikasikanya. Dengan begitu pembelajaran yang dilakukan siswa akan terasa lebih menyenangkan dan siswa akan selalu teringat karena siswa sendirilah yang melakukan pembelajaran.


PEMBELAJARAN 5
Kompetensi Dasar PPKn
3.2  Memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara dalam kehidupan sehari hari dirumah sekolah dan masyarakat
4.2  Melaksanakan kewajiban sebagai warga negara di lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat.

Indikator PPKn
4.2.1 Membuat refleksi sikap tentang penggunaan air dalam keseharian

Tujuan Pembelajaran
1.      Setelah kegiatan membaca dan menganalisa gambar, siswa mampu menjelaskan manfaat air bagi kehidupan sehari-hari dengan rinci.
2.      Setelah berdiskusi, siswa mampu membuat refleksi sikap tentang penggunaan air sehari-hari secara mandiri
3.      Setelah kegiatan membaca siswa mampu membuat poster hemat air dengan kalimat yang sesuai.
4.      Setelah kegiatan membaca siswa mampu membuat poster hemat air dengan gambar yang sesuai.


Kegiatan Pembelajaran
1.      Siswa membaca teks tentang air
2.      Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada seputar teks dan mengisi peta pikiran yang tesedia
3.      Guru mengkonfirmasi jawaban siswa dengan kegiatan diskusi
4.      Siswa membaca teks cerita yang berjudul “Dari sudut Gunung Kidul”.
5.      Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan teks cerita “Dari Sudut Gunung Kidul” secara berkelompok.
6.      Setelah selesai mempresentasikan, guru merangkum dan memberikan konfirmasi
7.      Siswa melakukan refleksi tentang bagaimana sikap siswa dalam memanfaatkan air dalam kegiatan keseharianmu dengan mengisi tabel yang telah disediakan.
8.      Siswa membuat poster yang di dalamnya berisi tentang ajakan menghemat air.
9.      Siswa melakukan presentasi kepada temanmu di kelas lain agar pesan yang ada dalam poster itu tersampaikan.
10.  Siswa menceritakan pengalaman melakukan kampanye secara lisan dalam kegiatan diskusi.
11. Guru dapat menambahkan pertanyaan perenungan berdasarkan perenungan di halaman 150.


Analisis relevansi Kompetensi dasar dan Indikator
a.      Isi kompetensi dasar dan indikator
Indikator yang ada dalam buku guru sudah mengacu pada perumusan indikator yang benar, yaitu:
1.      Dirumuskan dengan kalimat yang simpel, jelas dan mudah dipahami.
2.      Menggunakan bahasa indonesia yang baik
3.      Tidak menggunakan kata kerja yang bermakna ganda
4.      Hanya mengandung satu tidakan
5.      Menggunakan kata kerja operasional (KKO).
Sedangkan dari hasil analisis yang kami lakukan mengenai Kompetensi dasar dan indikator yang kami tulis diatas yang berasal dari dalam buku guru, kami dapatkan kesesuaian antara Kompetensi dasar dengan indikator yang ada. Kami mengatakan sesuai dikarenakan antara Kompetensi Dasar dan Indikator yang ada di dalam buku guru itu ada keterkaitan antara satu dengan satunya. Misalnya KD yang isinya Melaksanakan kewajiban sebagai warga negara di lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat sangat sesuai dengan indikator yang isinya Membuat refleksi sikap tentang penggunaan air dalam keseharian. Kesesuaiannya terletak pada kewajiban warga negara di lingkungan, disini bisa diartikan lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan masyarakat yang dalam hal penggunaan air dalam keseharian, yang dimana siswa diminta membuat refleksi mengenai sikap mereka di lingkungan dalam penggunaan air yang tertulis dalam indikator. Indikator yang ada tentunya sudah menggunakan kata kerja operasional yaitu menilai sikap, menganilis lingkungan, mengoreksi dan mengatakan/mengkomunikasikan.

b.      Tujuan Pembelajaran.
Tujuan pembelajaran dalam kurikulum 2013 harus sesuai dengan materi yang akan  disampaikan dan juga harus memuat format A, B, C, D (Audience, Behaviour, Condition, dan Degree). Hasil pengamatan dan anailisis kami pada tujuan pembelajaran 5, suptema 2, tema 4 ini seudah memuat Audience, Behaviour, Condition, dan Degree. Hasil analisi yang kami lakukan menghasilkan bahwa,
1)      Audiencenya adalah siswa itu sendiri yang melakukan kegiatan pembelajaran.
2)      Berhaviournya yaitu perilaku spesifik yang akan muncul oleh orang yang belajar. Dalam pembelajaran ini adalah menganalisi, mengamati, menceritakan, mengidentifikasi dan menalar.
3)      Conditionnya yaitu dapat menggali dan mencari informasi sendiri dan belajar sendiri dengan benar dengan menggunakan pendekatan saintifik diaman guru selalu memantau jalanya pembelajaran yang dilakukan oleh siswa.
4)      Degreenya yaitu siswa memiliki sikap menghargai penggunaan air, peduli lingkungan air, percaya diri, cermat, tanggung jawab dan percaya diri.

c.       Kegiatan pembelajaran.
Kegiatan pembelajaran yang benar adalah kegiatan pembelajaran mengacu pada indikator dan tujuan pembelajaran. Pada kegiatan pembelajaran 5 yang sudah disebutkan diatas ini sudah sesuai dengan indikator dan tujuan pembelajaran yang di inginkan.
Alasan kami mengatakan sesuai karena didalam kegiatan pembelajaran terdapat kegiatan mengenai sikap kita mengenai penggunaan dan pemanfaatan air yang baik dan benar. Jika kita menggunakan air seenaknya sendiri tanpa ada aturan seperti penghematan makan akibat yang akan terjadi adalah sebuah bencana yang akan merugikan diri sendiri warga masyarakat sekitar dan bahkan negara. Kegiatan yang lain seperti, siswa memahami cerita mengenai dari sudut gunung kidul. Siswa diminta menjawab pertanyaan lalu kemudian mengkomunikasinya di depan kelas benar atau tidak jawabanya. Siswa juga disuruh untuk membuat poster yang di dalamnya berisi tentang ajakan menghemat air.
Kegiatan kegiatan tersebut tentunya sesuai dengan indikator yang berisi Membuat refleksi sikap tentang penggunaan air dalam keseharian dan tujuan pembelajaran yang berisi Setelah kegiatan membaca dan menganalisa gambar, siswa mampu menjelaskan manfaat air bagi kehidupan sehari-hari dengan rinci. Setelah berdiskusi, siswa mampu membuat refleksi sikap tentang penggunaan air sehari-hari secara mandiri. Setelah kegiatan membaca siswa mampu membuat poster hemat air dengan kalimat yang sesuai. Setelah kegiatan membaca siswa mampu membuat poster hemat air dengan gambar yang sesuai. Sehingga dengan demikian atara kegiatan pembelajaran sudah sangat jelas sangat sesuai dengan indikator dan tujuan pembelajaran yang diinginkan






































BAB III
PENUTUP


Kesimpulan
Dari hasil analisis yang kami lakukan diatas dapat kami ambil sebuah kesimpulan bahwa antara Kompetensi dasar, Indikator, Tujuan Pembelajaran dan Kegiatan semua itu sesuai dan ada keterkaitan antara yang satu dengan yang lainnya. Meskipun terkadang keterkaitanya hanya sedikit tetapi hal tersebut tetap saja masih ada keterkaitan.
Walaupun kesemua bagian tersebut sudah saling terkait tetapi pengembangan buku, terutama buku guru dan siswa masih perlu di tingkatkan. Karena, hasil analisis kami juga mengatakan bahwa, indikator dalam buku guru tersebut masih sangat dangkal. Begitu pula dengan materi yang akan disampaikan kepada siswa masih jauh dari harapan dan kesesuaian.

Saran
1.      Untuk para guru, usahakan dalam setiap pemilihan buku jangan langsung menggunakan buku tersebut. Tetapi juga harus terlebih dahulu menelitinya terlebih dahulu supaya kegiatan belajar mengajar nantinya aka berjalan lancar.
2.      Untuk pemerintah, seharusnya lebih teliti yang mau mengambangkan buku guru dan siswa ini menjadi lebih baik lagi supaya pendidikan di indonesia tidak kalah denagan pendidikan negara lain.

3.      Untuk mahasiswa, hendaknya mau berfikir kritis mengenai setiap hal termasuk buku guru dan buku siswa yang mencangkup Kompetensi dasar, Indikator dan tujuan pembelajaran.

ANALISIS RELEVANSI KD, INDIKATOR, TUJUAN PEMBELAJARAN DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

Posted by : muhammadsucahyo
Date :Sabtu, 06 Juni 2015
With 1 komentar:

UNGGAH UNGGUHING BASA

| Senin, 23 Maret 2015
Baca selengkapnya »
A.    PANGERTOSAN
Unggah ungguh tegesipun tataprananing basa miturut lungguhing tatakrama, wondone tatakrama tegesipun tata caranipun ginuman dhumateng tiyang senes saha tindak tanduk utawi solah tingkah. Unggah ungguh basa menika muwujudake adat sopan santunnipun basa jawi. Jalaran adat utawi pakulinan sopan santun, mangertos lan nindakaken tatakrama menika saged mratelakaken pribadinipun tiyang jawi saha cirining bebrayan (masyarakat) jawi.

B.     PANGANGGENIPUN BASA JAWI
Basa jawi wonten bebrayan agung menika tansah keprebawan kalihan basa nasional (indonesia), pramila asring lan kenging interferensi babagan tembung utawi interferensi leksikal lan babagan paramasastra (tata bahasa)
1.      Campur kode
Massyarakat jawi menika majemuk dadosipun menawi gineman dicampur. Menawi gineman ingkan dicampur campur kasebut bahasa jawi ingkang campur kode. Namung para nem-neman utawi generasi muda ing jaman samenika, menawi gineman sami ngangge basa campur kode.
2.      Alih kode
Alih kode bisa kasebut gantos basa ingkang dipun gunakaken. Umpamanipun adik mlaku mlaku nang pinggir kali. Sak lajengipun gantos basa jawi adik jalan jalan di pinggir kali
3.      Kirang ngembaka
Basa jawi ing wekdal menika ajinipun kirang lan wonten bebrayan agung kawastanan kirang ngrembaka, jalaran keterak kolonial, down float kalian rural.
·         Kolonial : namung kaginakaken wonten ing informal saha lokal.
·         Down float : amargi mlorot ajinipun, kathah pamanggih bilih basa Jawi boten saged kangge jaminan gesang bebrayan (masa depan), kamangka pamanggih kasebat tasih perlu dipuntaliti malih kanthi titi lan permati.
·         rural : wonten pamanggih basa Jawi kirang bergengsi, sipatipun ndesani. Ajrih dipun sebat ketinggalan jaman.



C.    JINISING UNGGAH UNGGUH BASA
1.      Basa Ngoko
a)      Ngoko Lugu
antun suhono (1953: 9-10) ngandaraken bilih basa ngoko lugu menika tembungipun ngoko sedaya dene, tembung : aku, koe, ater ater tripurusa (dak/tak, kok/ko, di) lan panambang : ku, mu, e, ake mboten ewah, tetap utawi panggah kemawon.
gunanipun basa ngoko lugu menika inggih menika:
1.      Tiyang sepuh dhumateng ana, wayah, utawi tiyang enem sasenesipun.
2.      Sesaminipuun tiyang, mboten ngemuti drajat lan pangkatiun, kados dene lare kaliyan rencangipun, utawi lari sami lare
3.      Panggedhe (pimpinan, pangarsa) dhumateng andhahanipun
4.      Ngudaraos piyambahan
5.      Cariyos ingkang adhapur andharan
b)      Ngoko andhap
basa ngoko andhab saged kepareng dados kalih inggih menika  antya basa kalian basa antya.
1.      Antya basa
Basa ngoko andhap antya basa menika wujidipun: tembungipun ngoko kecampuran tembung ki (krama inggil)
2.      Basa antya
Basa antyya inggih menika wujudipun ngoko, dipuncampuri tembung tembung krama lan krama inggil.

2.      Basa madya
a)      Basa madya ngoko
basa madya ngoko inggih menika basa ingkang tembungipun madya ingkang kecampuran tembung ngoko ingkang mboten wonten madyanipun. Ginanipun kangge gineman tiyang dhusun utawi tiyang pegunungan.
b)      Basa madya krama
Inggih menika basa ingkang tembung tembungipun madya, kacampuran tembung krama. Ginanipun kanngge gineman tiyang dhusun kalian tiyang dhusunsenesipun ingkang kaprenah sepuh utawi ingkang dipunajeni.
c)      Madyantara
Basa madyantara menika tembung tembungipun kedadosan saking basa madyantara, namung tembung tembung ingkang tumuju dhumateng tiyang sanes ingkang kaajak gineman kagatos mawi krama inggil. Ginanipun inggih menika kangge pacelaton tiyang alit dhumateng kakangipun.

3.      Basa krama
a)      Mudha krama (krama alus)
Basa menika basa ingkang luwes sanget, jalaran saget kaginakaken dhumateng sadhengah tiyang, boten wonten awonipun. Mudha krama tembungipun teseh kacampur krama inggi sekedik.  Basa mudha krama menika lumrahipun basanipun tiyang enem dhumaateng tiyang sepuh.
b)      Kramantara (krama lugu)
basa kramantara inggih menika tembungiun krama sedaya boten kacampuran krama inggil. Lumrahipun basanipun tiyang sepuh dhumateng tiyang ingkang kaprenah enem, jalaran rumaos langkung inggil pangkatipun utawi asalipun, utawi basa kramanipun tiyang tiyang ingkang kaanggep sedrajat, namung ing wekdal menika sampun boten lumrah.
c)      Wredha krama
basa wredha krama menika meh sami kalian kramantara, boten kacampuran krama inggil, wondene bedanipun wonten ater ater di-, lan panambang –e/-ake.
d)     Krama inggil
basa krama inggil menika stembungippun krama sedaya, kacampuran krama inggil tmrapipun tiyang ingkang dipun ajak gineman.
e)      Krama desa

basa krama desa menika basa ingkang tembung tembungippun krama, kacampuran utawi kamaworan tembung tembung krama desa. 

UNGGAH UNGGUHING BASA

Posted by : muhammadsucahyo
Date :Senin, 23 Maret 2015
With 1 komentar:

PENILAIAN DI SD

| Senin, 02 Maret 2015
Baca selengkapnya »


A.    Karakteristik Penilaian
Penilaian dalam kurikulum 2013 memiliki karakteristik sebagai berikut :
1.      Belajar tuntas
Asumsi yang digunakan dalam belajar tuntas adalah peserta didik dapat mencapai kompetensi yang telah ditentukan apabila peserta didik diberi waktu yang sesuai dengan kebutuhannya,peserta didik yang penerimaannya agag lambat perlu diberi waktu yang lebih lama.
2.      Otentik
Penilaian dan pembelajaran adalah dua hal yang saling berkaitan. Penilaian otentik mencerminkan  masalah dunia nyata, bukan dunia sekolah. Penilaian otentik tidak hanya mengngukur apa yang diketahui oleh peserta didik, tetapi lebih menekankan mengukur apa yang dapat dilakukan oleh peserta didik.
Berikut contoh-contoh tugas otentik :
·         Pemecahan masalah matematika
·         Melaksanakan percobaan
·         Bercerita
·         Menulis laporan
·         Berpidato
·         Membaca puisi
·         Membuat peta perjalanan
3.      Berkesinambungan
Penilaian berkesinambungan dimaksudkan sebagai penilaian yang dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan selama pembelajaran berlangsung. Tujuannya agar dapat mengetahui perkembangan hasil belajar peserta didik , memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil terus menerus dalam bentuk penilaian proses dan berbagai jenis ulangan secara berkelanjutan (ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester).

4.      Menggunakan teknik penilaian yang bervariasi
Teknik penilaian yang dipilih dapat berupa tertulis, lisan , produk , portofolio, unjuk kerja,projek, pengamatan, dan penilaian diri.
5.      Berdasarkan acuan  kriteria
Kemampuan peserta didik tidak dibandingkan terhadap kelompoknya , tetapi dibandingkan terhadap kriteria yang ditetapkan  misalnya ketuntasan minimal, yang ditetapkan oleh satuan pendidikan masing-masing. Kemampuan peserta didik tidak dibandingkan terhadap kelompoknya , tetapi dibandingkan terhadap criteria yang ditetapkan misalnya ketuntasan belajar dengan mempertimbangkan  karakteristik peserta didik.
Kkm perlu diketahui agar guru dapat mengetahui sejauh mana siswa memahami atau menyerap materi sehingga apabila ada siswa yang dianggap belum menguasai guru bisa melakukan tindakan agar siswa dapat tertolong dalam  pembelajaran (tidak ketinggalan).

B.     Jenis penilaian
Penilaian pendidikan sebagai proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik mencakup penilaian otentik, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan ,ulangan harian, ulangah semester dan ulangan akhir semester dan ulangan akhir semester yang diuraikan sebagai berikut.
1.      Penilaian otentik adalah penilaian yang dilakukan secara komperhensif untuk menilai aspek sikap , pengetahuan , keterampilan , proses, sampai keluaran (output) pembelajaran.. penilaian otentik bersifat alami dan apa adanya.
2.      Penilaian diri adalah penilaian yang dilakukan sendiri oleh peserta didik secara reflektif untuk membandingkan posisi relatifnya dengan kriteria yang telah ditetapkan.
3.      Penilaian berbasis portofolio merupakan penilaian yang dilaksanakan untuk menilai keseluruhan entitas proses belajar peserta didik termasuk penugasan perseorangan.
4.      Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran untuk mengetahui kemajuan pembelajaran.
5.      Ulangan harian merupakan kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk menilai kompetensi peserta didik stelah mnyelesaikan satu subtema. Ulangan harian terintegrasi dengan proses pembelajaran lebih mengukur aspek pengetahuan, dalam bentuk tes tulis, tes lisan,dan penugasan.
6.      Ulangan tengah semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8-9 minggu kegiatan pembelajaran.
7.      Ulangan akhir semester  merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester.
Selain penilaian diatas, ada beberapa jenis penilaian antara lain :
1.      Ujian tingkat kompetensi yang selanjutnya disebut UTK merupakan kegiatan pengukuran yang dilakukan oleh satuan pendidikan .
2.      Ujian mutu tingkat kompetensi yang selanjutnya disebut UMTK merupakan kegiatan pengukuran yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengetahui pencapaian tingkat kompetensi.
Penilaian dilakukan secara holistik meliputi aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan untuk setiap jenjang pendidikan, baik selama pembelajaran berlangsung (penilaian proses) maupun setelah pembelajaran usai dilaksanakan.
C.    Teknik Penilaian di SD
Penilai di SD dilakukan dalam berbagai teknik untuk semua kompetensi antara lain ada sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
1.      Sikap
a.       Contoh muatan KI-1 (sikap spiritual) antara lain:
·         Ketaatan beribadah
·         Berperilaku syukur
·         Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan
·         Toleransi dalam beribadah
b.      Contoh muatan KI-2 (sikap sosial) antara lain :
·         Jujur
·         Disiplin
·         Tanggung jawab
·         Santun
·         Peduli
·         Percaya diri
Penilaian aspek sikap dilakukan  melalui observasi, penilaian  diri , penilaian antar teman , dan jurnal.
a.       Observasi
Merupakan kegiatan pengamatan dengan menggunakan indera, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan format observasi yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati.
b.      Penilaian diri
Merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi.
c.       Penilaian antar teman
Penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk saling menilai terkai dengan sikap dan perilaku keseharian peserta didik.
d.      Jurnal catatan guru
Merupakan catatan pendidik didalam dan luar kelas yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku.
2.      Pengetahuan
Aspek pengetahuan dapat dinilai dengan cara berikut :
a.       Tes tertulis
Tes tertulis adalah tes yang soal dan jawabannya berupa pilihan ganda , isian , benar salah , menjodohkan dan uraian.
b.      Tes lisan
Tes lisan berupa pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru secara ucap sehingga peserta didik merespon pertanyaan tersebut secara ucap sehingga menimbulkan keberanian.
c.       Penugasan
Penugasan adalah penilaian yang dilakukan oleh pendidik yang dapat berupa pekerjaan rumah baik secara individu ataupun kelompok sesuai dengan karakteristik tugasnya.
3.      Keterampilan
Aspek keterampilan dapat dinilai dengan cara sebagai berikut :
a.       Penilaian yang meminta siswa untuk melakukan suatu tugas pada situasi sesungguhnya yang mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkannya.
b.      Projek
Penilaian projek merupakan penilaian terhadap tugas yang mengandung investigasi dan harus diselesaikan dalam periode tertentu.  Tugas tersebut meliputi perencanaan , pelaksanaan, pelaporan. Projek juga akan memberikan informasi tentang pengetahuan dan pemahaman siswa pada pembelajaran tertentu, kemampuan siswa dalam mengaplikasikan pengetahuan, dan kemampuan siswa untuk mengkomunikasikan informasi.
c.       Portofolio
Portofolio merupakan penilaian melalui sekumpulan karya peserta didik yang tersusun secara sistematis dan terorganisasi yang dilakukan selama kurun waktu tertentu. Portofolio merupakan bagian terpadu dari pembelajaran sehingga guru mengetahui sedini mungkin kekuatan dan kelemahan peserta didik dalam menguasai kompetensi pada satu tema. Misalnya  membuat laporan akhir beserta catatan catatan sebagai tentang karya peserta didik sebagai masukan perbaikan lebih lanjut.
Disamping memuat karya-karya anak beserta catatan guru , terkait kompetensi membuat laporan .
Agar penilaian portofolio berjalan efektif guru beserta peserta didik perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1.      Masing-masing peserta didik memiliki portofolio sendiri yang didalamnya memuat hasil belajar siswa setiap muatan pelajaran atau kompetensi.
2.      Menentukan hasil kerja apa yang perlu dikumpulkan atau disimpan.
3.      Sewaktu-waktu peserta didik diharuskan membaca catatan guru yang berisi komentar, masukkan dan tindakkan lebih lanjut yang harus dilakukan oleh siswa.
4.      Peserta didik dengan kesadaran sendiri menindak lanjuti catatan guru.

5.      Catatan guru dan perbaikan hasil kerja yang dilakukan peserta didik perlu diberi tanggal sehingga guru mengetahui perkembangan.

PENILAIAN DI SD

Posted by : muhammadsucahyo
Date :Senin, 02 Maret 2015
With 1 komentar:
Next Prev
▲Top▲